Gakkum KLHK Bali Nusra, Dalami Kasus Pembalakan Liar Di Kawasan Hutan Nu’manu TTU

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Tim Gabungan, Gakkum LKHK Kupang dan staf UPT KPH Kabupaten Timor Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur melakukan patroli dan lacak balak lokasi tebang kawasan hutan RTK 184 dan hasil hutan jenis Sonokeling dan Jati.

Patroli gabungan dan lacak balak ini berjalan setelah pihak Gakkum menerima laporan resmi dari Keluruhan Tubuhue dan UPT KPH TTU akan maraknya pembalakan liar yang berlangsung hampir setiap hari dalam bulan Juli di dalam kawasan hutan Bifemnasi Sonmahole tepatnya, Nu’manu Ajiao kelurahan Tubuhue. Aksi pembalakan liar itu tertangkap tangan oleh Staf UPT KPH TTU, Lurah Tubuhue dan jurnalis NTTOnline yang berada di lokasi.

Dalam patroli gabungan menyusuri hutan Sonokeling dan Jati di Nu’manu Aijao pada Jumat (27/07/2018), ditemukan adanya sisa potongan, beberapa tunggak pohon jati yang hasilnya sudah diamankan pihak Keluruhan Tubuhue. Berlanjut saat bersama Tim gabungan saat menyusuri hutan Sonokeling, ditemukan juga adanya beberapa jalan baru yang dibuka untuk bisa mencapai lokasi penebangan Sonokeling hingga ditemukan puluhan batang Sonokeling yang siap diangkut.

Pantauan NTTOnlinenow.com, jalan yang dibuka menuju lokasi penebangan pohon Sonokeling dengan medan yang sangat menantang justru mempermudah para pembalak liar menurunkan kayu hasil olahan maupun gelondongan dengan cara menggelindingkan kemudian diangkut langsung ke atas truk.

Kanit Intel Balai Pengamanan dan Pengekkan Hukum Kupang, Yanri Kallau selaku ketua Tim menjelaskan usai melakukan pengecekan titik lokasi penebangan akan dilanjutkan dengan pengecekan barang bukti dan pemeriksaan saksi. Pengecakan lokasi menurut Kallau melibatkan Staf UPTD KPH TTU guna mengetahui kejelasan titik lokasi penebangan.

“Dalam pengecekan lokasi ini, kami libatkan teman – teman dari UPT KPH TTU untuk mengetahui lebih jelas titik lokasi penebangan kayu masuk kawasan atau tidak. Ternyata masuk lokasi kawasan, sehingga berdasarkan temuan ini akan dalami lagi pengecekan barang bukti dan pemeriksaan saksi”, singkat Kallau yang sementara meninjau lokasi kawasan hutan Nu’manu Aijao.

Pengecekan barang bukti dan pemeriksaan saksi berlanjut di kantor UPT KPH TTU lama yang beralamat di jalan Pacuan Kuda Kefamenanu. Lima orang saksi diperiksa penyidik Gakkum, Alfonsus Aprianus Blegur dan Thomas Dethan pada Rabu (27/07/2018) menyusul tukang sensor pada Kamis (28/07/2018).

“Saksi yang sudah kami periksa sebanyak 5 orang. Diantaranya Penyuluh Kehutanan UPT KPH TTU, Terotji Sole, Kasie Pem dan Trantib Kelurahan Tubuhue, Gergorius Bani, Kasie Ekonomi Kelurahan Tubuhue, Patrianus Bani menyusul dua tukang sensor Gonifasius Kolo dan Raimundus Kolo. Sementara Barang Bukti yang diamankan berupa, jati sebanyak 27 batang dengan ukuran bervariasi, 2 unit Chainsaw dan satu unit mobil truk kayu merah bernomor polisi K 1382 KH”, jelas Kallau saat dihubungi pertelepon pada Rabu (01/08/2018).

Kallau melanjutkan, proses selanjutnya masih menunggu perintah atasan. “Pemeriksaan tambahan akan dilakukan terhadap saksi lain yang berhubungan langsung dengan kegiatan tangkap tangan sesuai keterangan dari saksi yang sudah diperiksa. Dan tindakan lebih lanjut akan diproses sesuai perintah atasan”.

Untuk sementara Tim Gakkum Kupang masih menangani kasus tangkap tangan kayu jati, sedangkan tumpukan kayu Sonokeling yang ditemui berada dalam lokasi hutan masih menjadi kewenangan KPH kabupaten TTU.