Dinas PKO Mabar, Aktifkan Kembali Tiga Guru Komite Di Nanga Boleng

Laporan Yoseph Alvaro Saputra
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com – Polemik terkait 3 (tiga) orang guru komite di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Naga Boleng, kecamatan Boleng, kabupaten Manggarai Barat (Mabar), Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) yang sempat dinonaktifkan oleh Kepala Sekolah, Agustinus Apong dengan tanpa alasan yang jelas kini usai sudah.

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Mabar bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mabar, melalui dinas Pendidikan, Kebudayaan dan Olah Raga (PKO) terpaksa turun tangan menyelesaikan kasus itu. Pemkab Mabar akhirnya mengaktifkan kembali 3 guru Komite tersebut untuk kembali mengajar pada sekolah tersebut.

Ketiga guru itu diantaranya, Maria Yasinta Nagu, Ermelinda Mensi dan Maria Arnolda Maun. Pasalnya, Kepala SDN Nanga Boleng, Agustinus Apong, dengan sengaja memberhentikan ketiganya tanpa alasan yang jelas. Kurang lebih 3 (tiga) bulan mereka diberhentikan dari sekolah. Sementara ketiganya telah mengabdi kurang lebih, 3 hingga 4 tahun mengajar.

Atas insiden itu, ketiga guru komite tersebut, baru-baru ini mendatangi kantor DPRD Mabar untuk mengadu. Alhasil, pengaduannya, langsung direspon postif oleh DPRD bersama Pemkab Mabar. Ketiganya kembali diaktifkan lagi sebagai guru pada sekolah yang sama.

Kepala dinas PKO Mabar, Bernadus Dandur ketika dikonfirmasi wartawan belum lama ini membenarkan hal itu. Dirinya mengaku, dinas PKO Mabar telah mengaktifkan kembali ketiga guru komite tersebut atas kesepakatan bersama Bupati Mabar, Agustinus Ch Dula beberapa waktu lalu.

Respon Pemkab Mabar ini, lanjut Dia, sebagai tindak lanjut atas rekomendasi DPRD Mabar, Komisi C bidang Pendidikan, terkait pengaduan 3 (Tiga) guru Komite bersama Komite sekolah dan tokoh masyarakat setempat agar ketiga guru yang dinonaktifkan kembali mengajar.

Dan kasus ini, sudah diselesaikan secara kekeluargaan di dinas PKO Mabar dengan melibatkan Komite sekolah bersama sejumlah tokoh masyarakat Nanga Boleng, tambahnya.

Dirinya, berharap agar kasus serupa tidak terulang kembali dikemudian hari, termasuk di sekolah-sekolah lainnya di Mabar.