Tiga Wartawan Pena Batas RI-RDTL Maju Caleg di Tiga Kabupaten

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tiga pekerja media yang tergabung dalam komunitas Pena Batas RI-RDTL mendaftar sebagai calon legislatif (caleg) pada 2019 mendatang di tiga Kabupaten.

Ketiga wartawan media online dan cetak itu antara lain, Mariano Parada dari media online Gerbang NTT maju caleg dari Partai Gerindra nomor urut 2 daerah pemilihan 1 Kabupaten Belu.

Marselinus Manek wartawan VoxNTT maju cakeg dari Partai Gerindra nomor urut 4 dapil 3 Kabupaten TTU dan Berchmans Nahak wartawan harian Victory Nesw maju caleg dari Partai NasDem nomor urut 11 dapil 2 Kabupaten Malaka.

Kepada media, Mariano Parada yang dihubungi, Rabu (18/7/2018) menuturkan, sebagai generasi muda dirinya ingin mendedikasikan diri dan berkontribusi dengan terlibat langsung untuk ikut menentukan arah kebijakan demi membangun Rai Belu.

“Keterlibatan saya untuk memastikan satu senpun anggaran harus berpihak kepada rakyat Belu dengan melawan korupsi sehingga anggaran dapat betul-betul diperuntukan untuk membangun kesejahyeraan Rakyat dan Rai Belu,” ujar dia.

Lanjut Parada, yang lebih penting, sebagai generasi warga baru (WNI Kelahiran Timor-Timur) dirinya ingin memperjuangkan hak kepemilikan atas tanah/lahan baik lahan tinggal maupun lahan garap bagi warga baru yang hampir 20 tahun memilih sebagai WNI dan menetap di Kabupaten Belu namun belum memeliki lahan tinggal dan lahan garap.

“Berkas caleg sudah dimasukan kemarin di KPU. Komitmen saya akan perjuangan hak-hak warga kelahiran Timor-Timur sesuai slogan saya gagal sudah biasa, sukses yang belum pernah,” tandas Parada.

Sementara itu Berchmans Nahak menuturkan, sebagai kader partai, tentu siap dan soal maju karena dukungan partai dan masyarakat khususnya. Karena motivasinya, ingin mengabdi pada kepentingan masyarakat.

“Seyogyanya, Dewan itu wakil rakyat. Prinsip keterwakilan harus dijunjung tinggi dalam tiga tugas Dewan. Wakil dari rakyat artinya harus melayani rakyat,” ujar Nahak.

Marsel Nahak mengemukakan, sebagai kaum muda, dirinya bertekad untuk terlibat dalam sisitim untuk secara aktif ikut mengontrol kebijakan pembangunan di daerah. Selama ini kita melakukan pengontrolan di luar sistim.

“Dengan terlibat dalam gelanggang politik maka saya akan fokus pada persoalan-persoal krusial. Jika terpilih nanti, persoalan yang selama ini dialami masyarakat khusunya di daerah pemilihan saya dimana akses untuk irigasi dan pupuk untuk petani masih sangat sulit dan langkah,” ujar dia.

Lanjut Manek, alokasi pembangunan selama 10 tahun terakhir sangat tidak merata. Hal ini dikarekan tidak adanya keterwakilan dikalangan legislatif. “Selain dua persoalan di atas, penggunaan anggaran untuk pembangunan juga perlu untuk dikontrol secara ketat,” pungkas Manek.