Jumlah Siswa Membludak, Dinas Pendidikan Loby Kemendikbud

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Menyusul banyaknya siswa baru pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) untuk tingkat SMP tahun 2018, Pemerintah Kota Kupang Lewat Dinas Pendidikan Kebudayaan tengah melakukan loby ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Pasalnya dalam juknis Kemendikbud sudah mengatur jumlah rombongan belajar (Rombel) dan jumlah siswa untuk setiap sekolah negeri.

“Dalam Juknis yang dikeluarkan Kemendikbud, jumlah Rombel hanya dibatasi 11. Selain itu, diatur juga jumlah siswa dalam setiap rombel masing-masing hanya berjumlah 32 siswa. Untuk itu Dinas Pendidikan perlu melakukan loby ke Kementerian, mengingat peminat sekolah negeri yang cukup tinggi,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Filmon Lulupoi kepada wartawan.

Filmon mengatakan, PPDB untuk tingkat SMP demgam sistim online telah selesai, dan semua sekolah telah mengikuti Juknis dari kementerian dengan menerima siswa dan jumlah Rombel sesuai yang ditetapkan. Hanya saja Kata Lulupoi, jumlah siswa yang mendaftar sangat banyak, sehingga pihak dinas merasa prihatin dengan nasip para siswa yang belum mendapatkan sekolah, sehingga dinas berinisiatif melakukan loby ke Kementerian untuk penambahan rombel untuk setiap SMPN di Kota Kupang.

“Dengan banyaknya jumlah siswa yang tidak terakomodir di Sekolah Negeri, kami perlu melakukan loby di Kementerian. Pihak sekolah bisa saja menerima siswa tambahan. Namun sesuai Juknis, sekolah tidak boleh menerima siswa lebih dari yang sudah ditetapkan Juknis, sebab jika sekolah menerima siswa lebih, maka kelebihan siswa tidak akan tèrdata dalam Data Pokok Pendidikan,” kata Lulupoi.

Ia mengatakan, loby yang dilakukan Dinas ke Kementerian untuk meminta kebijakan agar semua sekolah SMP Negeri di Kota Kupang bisa menerima siswa lebih dari Juknis yang ditetapkan, mengingat masih terbatasnya jumlah sekolah, untuk menampung lulusan sekolah dasar (SD) di Kota Kupang.

“Masalah seperti ini sudah sering terjadi setiap tahun. Jumlah sekolah SMPN di Kota Kupang tidak mampu menampung lulusan SD. Ditambah lagi Kota Kupang merupakan Ibu Kota provinsi NTT, sehingga banyak lulusan SD dari beberapa Kabupaten ingin melanjutkan sekolah di Kota Kupang. Atas dasar itu pihaknya berupaya melakukan loby ke Kementerian untuk penambahan Rombel,” kata Lulupoi.