Perangi Narkoba, LPMTI Gandeng Bea Cukai Dan Pena Batas Gelar FGD

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam rangka memerangi narkoba di perbatasan Belu, Lembaga Peduli Masyarakat Timor Indonesia (LPMTI) Cabang Belu bekerjasama dengan Kantor Bea & Cukai Atambua serta Pena Batas RI-RDTL menggelar Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan FGD penanggulangan peredaran narkoba di wilayah perbatasan RI-RDTL berlangsung di aula Kantor Bea & Cukai Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat, Senin (25/6/2018).

Hadir dalam kegiatan FGD para peserta dari pihak pejabat Bea Cukai, Imigrasi, Karantina, Kodim 1605/Belu, Satgas Yonif 743/PSY, Polres Belu, Kesbangpol Belu, BNNK Belu, NGO, unsur pelajar, tokoh pemuda, tokoh perempuan, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi GMNI Cabang Atambua dan PMKRI Cabang Belu.

Ketua LPMTI Mariano Parada dalam sambutan menuturkan, Indonesia yang dahulunya merupakan Negara transit/lalu lintas perdagangan gelap Narkoba karena letak geografis negara Indonesia yang sangat strategis, tetah berubah menjadi Negara produsen Narkoba. Hal ini dapat dilihat dengan terungkapnya beberapa laboratorium narkoba (clandenstin lab) di Indonesia.

Sebagai bagian dari kejahatan internasional, ancaman terbesar peredaran narkoba ada pada daerah perbatasan. Luasnya wilayah darat lndonesia khususnya perbatasan darat dengan Timor Leste di Kabupaten Belu, menjadi tantangan terbesar kedua setelah kedaulatan wilayah.

Saat ini, peredaran narkoba di kalangan masyarakat perbatasan Belu sangat meresahkan warga. Pintu perbatasan Mota’ain dan Timor Leste sudah menjadi jalur baru untuk memasukan barang haram itu ke Indonesia melalui kabupaten Belu.

“Hal ini sangat meresahkan dan mengancam kehidupan warga. Oleh sebab itu, sangat penting melakukan upaya atau langkah-langkah pencegahan secara bersama, guna menyelamatkan generasi muda bangsa Indonesia,” ujar dia.

Jelas Parada, tujuan FGD yakni, untuk meningkatkan eksistensi Badan Narkotika Daerah Kabupaten Belu bersama Kepolisian serta masyarakat dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkoba di wilayah perbatasan RI-RDTL.

“Meningkatkan kesadaran masyarakat perbatasan tentang bahaya Narkoba dan mengoptimalkan peran masyarakat perbatasan dalam pemberantasannya,” ucap Parada.

Terpisah Kepala Bea & Cukai Atambua Tribuana Wetangterah menuturkan, kegiatan ini selaras dengan program kerja Bea Cukai. Kegiatan FGD sangat bermanfaat dalam saling bertukar pikiran dan kerja sama. Sebab, penanggulangan peredaran narkoba membutuhkan kerja sama dan sinergitas.

“Kegiatan FGD ini sangat penting sekali. Karena itu Apresiasi untuk LPMTI dan Pena Batas RI-RDTL yang sudah selenggarakan kegiatan ini,” kata dia.

Diharapkan, pada kesempatan berikut kegiatan serupa bisa lalukan terus dan kami siap mendukung, karena giat ini sesuai dengan program kegiatan Bea Cukai.

“Narkoba musuh kita bersama. Tanpa bersinergi maka tidak bisa diberantas. Dengan momen ini bisa tingkatkan lagi sinergitas da lebih mempertajam lagi upaya-upaya kita. Mudah-mudahan bisa berlanjut giat serupa untuk membantu cegah perderan narkoba,” pinta Tribuana.