Ini Pesan Khatib Dalam Salat Id Umat Muslim Di Perbatasan Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Kurang lebih seribu Umat Muslim di wilayah Kota Atambua, Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Indonesia-Timor Leste menggelar salat id bersama di lapangan umum Atambua, Jumat (15/6/2018).

Kegiatan salat id yang digelar pukul 06.00 Wita dalam rangka merayakan hari kemenangan Idul Fitri 1439 Hijiriah. Adapun petugas dalam kegiatan itu, Ustadz H Syarifudin sebagai Imam Utama, Ustadz H Ahmad Alkatiri sebagai Khatib Utama dan Ustadz Shobn Bilal Utama.

Inti pesan yang disampaikan dalam kotbah yakni, pesan moral atau tahdzibun nafsi. Dimana umat muslim harus selalu mawas diri pada musuh terbesar umat manusia, yakni hawa nafsu sebagai musuh yang tidak pernah berdamai.

Dikatakan, Rasulullah SAW bersabda, jihad yang paling besar adalah jihad melawan diri sendiri. Di dalam kitab Madzahib fit Tarbiyah diterangkan bahwa di dalam diri setiap manusia terdapat nafsu/naluri sejak ia dilahirkan yakni naluri marah, pengetahuan dan syahwat.

Dari ketiga naluri itu dijelaskan bahwa, yang paling sulit untuk dikendalikan dan dibersihkan adalah naluri Syahwat. Pada diri manusia terdapat empat sifat seperti yang dikatakan Abu Hamid al-Ghazali yakni, tiga sifat berpotensi untuk mencelakakan manusia yakni sifat kebinatangan, buas dan sifat syaithaniyah.

Selain itu pesan sosial, dikatakan ramadhan ini terlukiskan dengan indah. Indah disini justru terlihat pada detik-detik akhir Ramadhan dan gerbang menuju bulan Syawwal. Dimana, ketika umat muslim mengeluarkan zakat fitrah kepada Ashnaf-utsRamaniyah (delapan kategori kelompok masyarakat yang berhak menerima zakat), terutama kaum fakir miskin tampak bagaimana tali silaturrahmi serta semangat untuk berbagi demikian nyata terjadi.

Selanjutnya pesan ketiga adalah pesan jihad. Jihad yang dimaksud di sini, bukan jihad dalam pengertiannya yang sempit yakni berperang di jalan Allah akan tetapi jihad dalam pengertiannya yang utuh yakni, mengecilkan arti segala sesuatu yang dimilikinya demi mendapatkan keridhaannya, mendapatkan pahala serta keselamatan dari Siksa-Nya.

Dikatakan, pengertian jihad ini lebih komprehensif, karena yang dituju adalah mengorbankan segala yang kita miliki, baik tenaga, harta benda, atapun jiwa kita untuk mencapai keridhaan dari Allah; terutama jihad melawan diri kita sendiri yang disebut sebagai Jihadul Akbar, jihad yang paling besar.

Dengan demikian maka jihad akan terus hidup di dalam jiwa ummat Islam baik dalam kondisi peperangan maupun dalam kondisi damai. Jihad tetap dijalankan.

Dalam konteks masyarakat Indonesia saat ini, jihad yang kita butuhkan bukanlah jihad mengangkat senjata. Akan tetapi jihad mengendalikan diri dan mendorong terciptanya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera serta bersendikan atas nilai-nilai agama dan ketaatan kepada Allah.

Mengingat adanya aliran Islam yang mengkampanyekan jihad dengan senjata di negara damai Indonesia ini, maka perlu untuk ditekankan lebih dalam bahwa jihad seharusnya dilandasi niat yang baik dan dipimpin oleh kepala Pemerintahan, bukan oleh kelompok atau aliran tertentu.

Masih dalam pesan khotbah, jangan sampai mengatasnamakan kesucian agama, akan tetapi tidak bisa memberikan garansi bagi kemaslahatan umat Islam. Islam haruslah didesain dan bergerak pada kemaslahatan masyarakat demi mencapai keridhaan Allah dan kemajuan ummat.

Pengalaman pahit salah mengartikan jihad menjadikan Islam dipandang sebagai agama teroris. Padahal Islam sebenarnya adalah rahmat bagi alam semesta (rahmatan lil alamin), agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, kedamaian.

Jihad yang kita butuhkan adalah upaya mendukung terbangunnya sebuah sistem sosial yang bermartabat, berkeadilan dan sejahtera yang bersendikan pada ketaatan kepada Allah. Jihad untuk mengendalikan hawa nafsu dari seluruh hal yang dapat merugikan diri kita sendiri, terlebih lagi merugikan orang lain.

Kegiatan salat id berlangsung lancar dan hikmah dengan mendapat pengawalan dari gabungan personel TNI dan Polri yang bertugas di Kabupaten perbatasan tersebut.