Tipu Calon Polisi Hingga Puluhan Juta, Polda NTT Ringkus Tiga Pelaku Di Sulsel

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Subdit I Kamneg berhasil mengungkap kasus dugaan tindak pidana penipuan uang senilai Rp 85 juta terhadap seorang calon siswa (casis) Polri di Kota Kupang.

Kasus ini dilaporkan korban Elkana Bait, seorang warga Kota Kupang yang gagal tes masuk Polri di Polres Kupang Kota karena tidak memenuhi syarat tinggi badan.

Kasubdit I Kamneg, Kompol Ampi Mesias Von Bulow dalam keterangan kepada wartawan di kantornya, Senin (11/6/2018), mengatakan, kasus tersebut dilaporkan korban ke polisi di Mapolda NTT, Sabtu (9/6/2018).

Dalam laporannya, jelas Ampi, Elkana Bait menjelaskan, pada (7/5) dan (8/5), dirinya dihubungi via telepon dengan nomor handpone 082352626261 yang mengaku sebagai Kompol Harun dari Mabes Polri dan menginformasikan ada penambahan 10 orang casis, salah satunya Elkana Bait.

Setelah menghubungi Elkana Bait saat itu, lanjut Ampi, orang yang mengaku sebagai Kompol Harun tersebut meminta sejumlah uang sebesar Rp 85 juta, guna pengurusan menjadi anggota Polri.

“Si penelpon juga memberitahukan ke korban agar menunggunya di depan Kantor Polda NTT guna dipertemukan dengan Kapolda NTT, sehingga saat itu Elkana Bait mentransferkan uang sebanyak tiga kali,” ungkap Ampi.

Bekas Wakapolres Kupang Kota itu melanjutkan, transfer pertama dilakukan korban melalui BRI Unit Naikoten pada Kamis (7/5) senilai Rp 35 juta ke rekening atas nama Sobri, selanjutnya yang kedua senilai Rp 40 juta pada (8/5) ke rekening atas nama Daviah dan ketiga senilai Rp 10 juta pada (8/5) ke rekening atas nama Karyadi.

“Setelah ditransfer kemudian nomor handphone 082352626261 tersebut tidak aktif lagi. Atas kejadian tersebut maka Elkana Bait datang dan melaporkan kejadian di SPKT Polda NTT guna diproses sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Atas dasar laporan tersebut, Ampi melanjutkan, penyidik kemudian melakukan pemeriksaan terhadap para saksi, masing-masing Elkana Bait dan Melianus Bait.

Selain itu ada juga sejumlah saksi yang adalah panitia penerimaan Casis Polri di Polres Kupang Kota, masing-masing David Tallas, Andri Setiawan, Dominggus Sigakole, Handri Fiah dan Dirdjo Supriyo.

Setelah itu penyidik melakukan pengembangan dan berkoordinasi dengan Bank BRI Unit Naikoten.

Kemudian penyidik Iptu Rizal Fauzi dan Brigpol Fridus Klau berangkat ke Makasar dan berkoordinasi dengan Bank BRI Cabang Sidrap.

Dalam pengembangan yang dilakukan, polisi berhasil menangkap tiga tersangka, masing-masing berinisial MA (30), S (20), dan H (38) di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) Provinsi Sulawesi Selatan.

Dia menambahkan, ketiga tersangka kemudian dibawa ke Mapolda NTT guna menjalani proses hukum.

Para tersangka dijerat Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 KUHP 56 KUHP dan Pasal 64 KUHP dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara.