Laki-Laki Baru Dorong Perdes Perlindungan Perempuan

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Aliansi Laki-Laki Baru di TTS dalam kerja kerjanya mendorong kepemimpinan perempuan dan lahirnya Peraturan Desa tentang Perlindungan Perempuan.

Laki-Laki Baru bukan proyek tetapi panggilan belajar mentransformasi nilai nilai anti kekerasan terhadap perempuan, nilai adil gender. Karena itu, meski donor pergi nilai nilai ini tetap dikerjakan dan disebarluaskan oleh Laki Laki Baru.

Sari pendapat tersebut disampaikan Aktivis Laki Laki Baru dari Sanggar Suara Perempuan, Soe, TTS, Izaac Jhon Bolla dan Firmansayah, CIS Timor saat menjadi nara sumber talkshow dalam rangka Deklarasi Aliansi Laki Laki Baru (ALLB) Timor untuk Timor Adil dan Setara yang diselenggarakan Cis Timor di salah satu hotel di Kupang, Senin (4/6/2018).

Talkshow dipandu aktivis perempuan dan jurnalis ini Anna Djukana dihadiri nara sumber Kadis PPA NTT, Dra. Bernadethe Erny Usboko,MSI, Aktivis ALLB Nasional, Nurhasyim, Aktvis ALLB Cis Timor, Firmansayah dan Aktvis Konsersium Timor Adil dan Setara Ferderika Tadu Hungu, MA.

Izaac Bolla menuturkan kerja-kerjanya 2010, dengan 14 orang masuk ke desa desa dengan dua orang CO, diskusi suami ideal dan ayah idola. Dalam kerja kerja tersebut kata dia menanamkan nilai nilai adil gender pada bapak bapak atau suami suami terlihat ada perubahan perilaku di level pribadi. kata dia yang paling berat adalah mempertahankan capaian capaian tersebut di keluarga dan lingkungan.

Dicontohkannya ketika bapak atau suami mengerjakan pekerjaan domestik, ibu, bapak atau keluarga dekat bertanya istri di mana, menikah untuk apa saja. Begitupun di level lingkungan, kalau suami pagi menyapu halaman ada tetangga yang lewat, mereka merasa aneh dan bertanya ada apa dengan bapak itu sehingga ia menyapu halaman. Ditambahkannya jika tidak kuat terhadap perbincangan perbincangan seperti ini maka mereka akan kembali ke perilaku semula. Meski demikian ujarnya ada juga yang tetap bertahan walaupun ada pergunjingan yang menyudutkan laki laki laki baru.

Ditambahkannya, seiring berjalannya waktu sudah beberapa orang komit kepada perubahan perilaku. Dia menguraikan praktek cerdas yang dilakukan Laki Laki Baru yakni Laki Laki Baru mendorong lahirnya kepemimpinan perempuan dimana ada Kepala Desa Perempuan di Kiufatu, TTS. Praktek cerdas lainnya ujar dia Peraturan Desa di enam desa dimana salah satunya Perdes Penyelenggaraan Perlindungan Perempuan.

Dalam Perdes tersebut ujarnya diatur antara lain, laki laki harus menyerahkan penghasilan kepada istrinya. Mengapa klausul ini harus dimasukan karena banyak suami suami yang belum sadar kalau mereka sudah berubah status. Biasanya gaji diterima dipakai mengajak teman teman untuk konsumsi minuman keras, setelah itu mabuk dan memukul istri. Karena itu, wajib hukumnya penghasilan diserahkan kepada istri. Hal lainnya yang penting kata dia yakni wajib ada pembagian kerja dalam rumah. Ini penting karena selama ini kerja kerja domestik hanya dibebankan pada istri seperti memasak, mencuci, menjaga dan mencebok anak.

Padahal katanya hal hal tersebut juga bisa dikerjakan laki laki tanpa mengecilkan harga dirinya sebagai laki laki. Banyak istri istri juga yang bekerja di luar rumah mencari uang untuk menambahkan penghasilan keluarga tetapi pulang ke rumah ia tetap mengerjakan pekerjaan domestik. Yang penting juga ada dalam Perdes tersebut menurut dia laki laki dilarang melakukan kekerasan terhadap perempuan. Tetapi dalam pendampingan selama ini, terungkap laki laki melakukan kekerasan kalau istrinya selingkuh. “Ini memang sulit tetapi kami katakan kepada mereka kekerasan bukan cara menyelesaikan masalah,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakannya strategi yang dipakai selama ini yakni menggunakan media lokal yakni festival bonet. Kalau dulu kata dia bertutur dengan syair yang tidak jelas diganti dengan syair yang mentranformasi nilai nilai baru ajaran anti kekerasan, nilai nilai adil gender. Saat ini sasaran kerja mereka lanjutnya tidak saja menyasar kaum bapak atau para suami tetapi juga pemuda gereja dan tukang ojek. Biar anak muda sejak dini mendapatkan informasi tentang nilai nilai baru.

Panggilan Belajar

Sementara itu, Aktivis Laki Laki Baru dari Cis Timor, Firmansayah mengemukakan anak anak muda bersyukur mendapatkan informasi baru sebelum menikah. Cis Timor, ujarnya ketika bekerja dengan issue laki laki baru mengambil sasaran orang muda mengidentifikasi persoalan ternyata kekerasan berbasis gender pada orang muda di Kota Kupang sangat tinggi.

Dikemukakan terungkap saat berpacaran di kos kosan tiga bulan pertama, anak perempuan stand by di kamar kos, masak air, masak makan, tujuh sampai delapan bulan mencuci pakaian pacarnya, sembilan bulan dalam kamar tidur bersama pacarnya. Dia mengatakan fakta mengungkapkan banyak kasus aborsi, terpaksa menikah muda, ingkar janji menikah.

Selanjutnya dikemukakan sangat wajar mendapati laki laki mendapatkan uang rokok dari pacarnya apalagi sudah berhubungan badan maka subordinaasi sangat kuat. “Itu cerita cerita mengerikan di seputar orang muda,” katanya. Tantangan di orang muda, menurut dia tidak dengan mudah orang muda menerima ide karena mereka mendapatkan keistimewaan dan kekuasaan selama ini.

Menurut dia, anak muda tidak pernah cuci pakaian‎, mencuci pakaian jadi bahan buli di kalangan anak muda, Diungkapkannya saat awal banyak yang bergabung tetapi mulai berkurang dan itu seleksi alamiah. Ditegaskannya Laki Laki Baru harus dipahami sebagai panggilan belajar untuk berkomitmen mentransformasi nilai nilai baru adil gender anti kekerasan terhadap perempuan, sehingga tidak menjadikannya proyek dimana habis program kembali kepada sikap awal.

Nilai nilai baru ini tambahnya harus disebarkan luas tidak cukup di ruang ruang seminar tetapi di berbagai ruang. Hal hal baik yang telah dilakukan Laki Laki Baru tambahnya mensosialisasikan kepada orang muda setia pada satu pacar, berkomitmen tidak melakukan hubungan seksual sebelum menikah, dua tahun terakhir mendorong kepemimpinan perempuan di orang muda, aparat desa dari perempuan, pimpinan karang taruna perempuan. “Kita mendorong terus ini sehingga nilai ini tidak habis. Butuh ruang membuka diri dan mengasah diri, ruang curhat,” katanya.

Acara ini dihibur musisi NTT, Floribertus Parera, dihadiri aktivis Laki Laki Baru, Dany Manu, Hofni, Anton Efi, Willy Fanggidae, Desri Lopo, aktivis perempuan Ansi Damaris Rihi Dara, Dina Katajsungkana. Sebelumnya Oxfam Indonesia, Juliana Ndolu,SH, M.Hum, dan mewakli Direktur Cis Timor, Roswita Djaro menyampaikan sambutan sebelum talkshow. (non)