Kekuasaan Laki-Laki Dipakai Ubah Struktur Sosial Yang Menindas Perempuan

Bagikan Artikel ini

Kupang, NTTOnlinenow.com – Keistimewaan dan kekuasaan yang dimiliki laki-laki harus mengambil peran penting mengubah struktur sosial yang menindas perempuan dengan membentuk nilai nilai baru.

Hal tersebut disampaikan Nurhasyim, atau yang disapa akrab Bo’im, Aktivis Laki Laki Baru Nasional yang mengupas Sejarah, Platform Aliansi Laki Laki Baru Nasional dan sumbangannya bagi Gerakan Perempuan pada talkshow Deklarasi Aliansi Laki Laki Baru (ALLB) untuk Timor Adil dan Setara yang diselenggarakan Aliansi Laki Laki Baru, Cis Timor disupport Oxfam, Australia Aid dan Konsersium Timor Adil dan Setara di salah satu hotel di Kupang, Senin (4/6/2018).

Talkshow dan deklarasi yang dipandu Host Anna Djukana ini menghadirkan empat Nara sumber lainnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Anak (PPA), Dra. Bernadetha Erny Usboko, MSi, Aktivis Laki Laki Baru. Sanggar Suara Perempuan (SSP), Izaac Jhon Bolla, Aktivis laki Laki Baru Cis Timor, Firmansayah dan Aktivis Perempuan dari Konsersium Timor Adil dan Setara, Ferderika Tadu Hungu, MA.

Nurhasyim mengemukakan masyarakat masih memberikan keistimewaan dan kekuasaan bagi laki laki. “Masyarakat kita masih memberikan perlakuan istimewa dan kekuasaan pada laki-laki,” ujar tamatan S2 Australia ini.

Menurut dia, mendeklarasikan Aliansi Laki Laki Baru (ALLB) Timor Adil dan Setara yakni mendeklarasikan diri pada keadilan gender dan anti kekerasan terhadap perempuan bagian dari akuntabilitas dimana semua yang hadir menjadi saksi apakah komitmen itu sesuai dengan perilaku setiap hari tidak, atau berhenti di dalam ruangan deklarasi, di jalan atau di pintu rumah.

Mestinya kata dia deklarasi ini harus menjadi komitmen dan panggilan belajar sehingga nilai nilai baru yang dibentuk masuk sampai ke dalam rumah, mengubah cara pandang suami atau bapak sampai perilaku dalam relasi antara suami istri dan orang orang di sekitarnya dimana nilai nilai baru itu adil gender dan anti kekerasan terhadap perempuan. Lebih lanjut dikatakan Nurhasyim mereka yang memilih jalan ini juga tidak mudah, karena akan dinilai laki laki aneh.

Dikatakan maskulinitas patriarkhis, laki-laki diukur dari kekuatan fisik, laki-laki mesti memiliki kekuasaan, laki-laki macho, laki laki tidak menangis dan membenarkan penggunaan kekerasan dalam mengedukasi perempuan dalam rumah, konsep maskulinitas patriarkhi akan menciptakan ketidakseimbangan.

Untuk mengujinya ujar dia bisa diajukan pertanyaan seberapa sering laki-laki diperkosa atau diusilin kalau berjalan sendiri di malam hari, seberapa sering istri keluar rumah dan suami menyelesaikan pekerjaan domestik. “Atau pernakah anda laki-laki merasa bersalah laki-laki keluar rumah dan piring kotor, rumah kotor,” tanyanya retoris sembari menambahkan itu yang disebut keistimewaan dan kekuasaan.

Dia menambahkan keistimewaan dan kekuasaan ini pada laki-laki melahirkan diskriminasi, stereotipe, kekerasan, beban ganda. Tidak semua laki-laki menurut dia bahagia dengan keistimewaan dan kekuasaan, tetapi mereka tidak punya ruang untuk keluar dari hal tersebut. Karena itu, sarannya mesti mendefinisikan konsep ulang maskulinitas sehingga membiarkan laki- laki menjadi dirinya sendiri bebas dari atribut atribut tentang laki laki oleh masyarakat dengan mengedepankan dialog dan tidak menggunakan kekerasan dalam menyelesaikan berbagai masalah yang dihadapi.

Selanjutnya Nurhasyim mengemukakan, laki-laki penting diajari untuk memiliki cakapan sosial, komunikasi anti kekerasan dan mengenali emosinya sendiri. Dengan demikian tandasnya‎ dengan kekuasaan yang dimiliki laki-laki harus mengambil peran penting mengubah struktur sosial yang menindas perempuan dengan membuat nilai-nilai baru.

Ditegaskannya laki-laki harus ikut andil mengubah nilai, norma yang mengatur perempuan dengan praktek praktek baru pembagian kerja dalam rumah yang adil sehingga efektif untuk mengubah nilai-nilai dalam masyarakat.
Sebelumnya Juliana Ndolu,SH,M.Hum, Oxfam Indonesia saat memberikan sambutan sebelum talkshow menyampaikan tentang Oxfam dan kerja kerjanya termasuk menyasar laki-laki sebagai salah strategi untuk mengurangi kekerasan terhadap perempuan dan mewujudkan keadilan gender. Oxfam kata dosen FH Undana ini bekerja dengan laki-laki untuk meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan mendorong kepemimpinan perempuan.

Sedangkan Roswita Djaro, mewakili Direktur Cis Timor mengemukakan dalam rangka memperkuat dukungan laki laki untuk pencapaian keadilan gender, Cis Timor menginisiasi membentuk Aliansi Laki-Laki Baru Timor Adil dan Setara dimana Aliansi ini beranggotakan kelompok dan individu yang tersebar di Pulau Timor yang berkomitmen dan mendukung pencapaian keadilan gender.

Dia mengatakan hasil yang diharapkan adanya kerangka kerja ALLB nasional, lokal yang dipadami bersama, adanya Platform ALLB Timor Adil dan Setara, terbentuknya ALLB Timor Adil dan Setara, adanya komitmen Pemerintah NTT untuk mendukung ALLB untuk Timor Adil dan Setara sebagai strategi penting untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender.

Acara ini dihibur musisi NTT, Floribertus Parera, dihadiri Aktivis Perempuan Ketua Konsersium Timor Adil dan Setara Ansy Damaris Rihi Dara, Dina Katajsungkana, Desri Lopo, aktivis Laki-Laki Baru, Danny Manu, Willy Fanggidae, Anton Efi, Hofny, dari TTS, TTU, Kota dan Kabupaten Kupang serta Pemkot Kupang, Ernest Ludji.(non)