Walikota Kupang: Realisasi Belanja Daerah Tahun Anggaran 2017 Capai 89,30 Persen

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Realisasi Anggaran untuk Belanja Daerah tahun anggaran 2017 sebesar 89,30 persen atau senilai 1 triliun 156 miliar 827 juta rupiah dari target senilai 1 triliun 295 miliar 479 juta rupiah.

Demikian dikatakan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam pengantar nota keuangan atas rancangan peraturan daerah kota Kupang tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2017 yang disampaikannya kepada DPRD Kota Kupang dalam Rapat Paripurna ke-20 Sidang I yang berlangsung diruang sidang DPRD Kota Kupang, Senin (04/06/18).

Walikota merincikan, realisasi itu terdiri dari Belanja Operasi senilai Rp.841 miliar 41 juta rupiah atau sebesar 90,98 persen dari target. Belanja Operasi sendiri merupakan belanja daerah yang terdiri dari Belanja Pegawai senilai 574 miliar 175 juta rupiah, Belanja Barang Dan Jasa senilai 232 miliar 497 juta rupiah, Belanja Subsidi senilai 3 miliar 957 juta rupiah, Belanja Bantuan Sosial senilai 7 miliar 58 juta rupiah.

Ada juga Belanja Daerah yang diperuntukan pada Belanja Modal yang terdiri dari Belanja Tanah dengan realisasi senilai 476 juta rupiah atau hanya sebesar 5,59 persen dari target, realisasi Belanja Peralatan dan Mesin senilai 34 miliar 664 juta rupiah atau sebesar 86,82 persen dari target, realisasi Belanja Gedung dan Bangunan senilai 51 miliar 729 juta rupiah atau sebesar 62,7 persen dari target, realisasi Belanja Jalan, Irigasi, dan Jaringan senilai 207 miliar 253 juta rupiah atau sebesar 94,69 persen, serta Belanja Aset Tetap Lainnya dengan realisasi senilai 12 miliar 171 juta rupiah atau sebesar 121,79 persen.

Dalam Belanja Daerah, terdapat juga Belanja Tak Terduga senilai 384 juta rupiah dari target satu miliar rupiah, serta Belanja Tranfer senilai sembilan miliar 106 juta rupiah atau sebesar 96,33 persen dari target.

Selain itu, kata Jefri, kinerja pengelolaan keuangan daerah oleh pemerintah Kota Kupang mengalami peningkatan.

Peningkatan tersebut menurut Walikota sangat signifikan, baik dalam upaya peningkatan pendapatan asli daerah maupun alokasi belanja daerah yang memihak pada kepentingan masyarakat melalui program-program strategis, diantaranya fasilitas usaha mikro melalui bantuan dana Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat (PEM) dan Brigade Kupang Sehat (BKS) dalam mempercepat dan mendekatkan pelayanan kesehatan.

Selain itu, peningkatan juga terjadi melalui program bantuan pendidikan bagi masyarakat tidak mampu, penyediaan raskin gratis bagi keluarga kurang mampu, Puskesmas Reformasi, dan uang duka wafat.

Ia mengaku, melalui program-program strategis tersebut secara bertahap telah mampu memberikan ruang bagi terciptanya lapangan kerja baru, kesempatan mengikuti proses belajar mengajar, mendapatkan pelayanan perawatan medis cepat, tepat, dan berkesinambungan.

Melalui program-program strategis, menurut Walikota Kupang – Jefri Riwu Kore, pemerintah juga telah memfasilitasi biaya pendidikan melalui bantuan beasiswa bagi dua ribu mahasiswa.

Dikatakan, dengan adanya peningkatan kinerja pengelolaan keuangan daerah, pemerintah berhasil melakukan perbaikan sistem dan prosedur pelayanan publik di semua sektor, sehingga masyarakat Kota Kupang dapat merasakan pelayanan yang sama dan tepat waktu.

Ia memgaku walaupun kinerja pengelolaan keuangan daerah terus mengalami peningkatan signifikan, pemerintah tetap menyadari bahwa masih banyak warga masyarakat yang belum menikmati seluruh program yang telah dibuat oleh pemerintah. Hal itu dikarenakan, sampai kini pemerintah masih terkendala atas terbatasnya kemampuan keuangan daerah, serta banyaknya persoalan sosial kemasyarakatan yang harus ditangani oleh pemerintah.