Pertumbuhan Kredit Perbankan Di NTT Relatif Stabil

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pertumbuhan kredit perbankan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) pada April 2018 sebesar 17,03% (yoy), relatif stabil sejak awal tahun 2018. Pertumbuhan di NTT lebih tinggi dibandingkan nasional yang tumbuh sebesar 8,94% (yoy).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Nusa Tenggara Timur, Naek Tigor Sinaga sampaikan ini kepada wartawan di Kupang, Kamis (31/5/2018).

Tigor menjelaskan, adapun Non Performing Loan (NPL) di Provinsi NTT tercatat sebesar 2,47%, sedikit mengalami tren peningkatan sejak awal tahun (2,18% per Jan 2018) namun masih tetap terjaga dan di bawah batas 5%.

“Begitu pula dengan NPL perbankan secara nasional yang masih tetap dalam level manageable sebesar 2,79%,” jelas Tigor.

Dia menyampaikan, likuiditas industri perbankan di Provinsi NTT dinilai masih cukup terjaga meskipun rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) tergolong di atas normal sebesar 108,82% per April 2018.

“Tren LDR yang cukup tinggi di NTT lebih dikarenakan banyak kantor cabang bank nasional yang berlokasi di NTT mendorong penyaluran kreditnya di Provinsi NTT terutama untuk konsumsi dan modal kerja sementara asal dananya banyak berasal dari daerah lain di Indonesia,” paparnya.

Selain itu, lanjut Tigor, Iikuiditas bank yang berkantor pusat di Provinsi NTT sampai saat ini terpantau masih mencukupi, tercermin dari rasio alat Iikuid terhadap non core deposit (terdiri dari 30% giro, 30% tabungan dan 10% deposito) dan terhadap total DPK dalam sebulan terakhir yang selalu terjaga di atas batas minimum. Begitu pula dengan level LDR yang tetap terjaga optimum dalam rentang batas yang ditentukan.

“Ke depan, Iikuiditas perbankan di Provinsi NTT khususnya dan nasional pada umumnya tetap terjaga dengan tersedianya likuiditas yang senantiasa dijaga oleh Bank lndonesia sesuai strategi operasi moneter pada pasar uang rupiah dari pasar swap antar bank,” ujarnya.