Empat Balon DPD Dapil NTT Tidak Lolos Verifikasi Administrasi

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Sebanyak empat orang bakal calon (Balon) Dewan Perwakilan Daerah (DPD) asal daerah pemilihan NTT tidak lolos verifikasi administrasi, sehingga tinggal 37 orang dari 41 orang yang menyerahkan syarat dukungan ke KPU NTT. Empat balon dimaksud yakni, Ivan Rondo, Muhammad Sale Gawi, Zet Malelak dan Djafar Alhadad.

Penyampaian hasil verifikasi administrasi syarat dukungan bakal calon DPD berlangsung di Aula KPU NTT, Selasa (29/5/2018).

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, dengan pengumuman ini, maka 37 balon DPD yang lolos verifikasi admiistrasi itu akan mengikuti tahapan selanjutnya, yakni verifikasi faktual yang dimulai pada Rabu, 30 Mei. Verifikasi faktual akan dilakukan oleh KPU kabupaten/kota.

“Empat nama yang tidak memenuhi syarat syarat administrasi itu, tidak diikutkan lagi dalam tahapan-tahapan selanjutnya,” ungkapnya.

Untuk kepentingan verifikasi faktual, lanjut Tanti, demikian Maryanti Luturmas biasa disapa, balon anggota DPD yang lolos verifikasi administrasi itu akan menarik nomor awal sampel. Hasil verifikasi faktual untuk memastikan kebenaran dukungan yang diberikan oleh pemilik Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Anggota KPU NTT, Gazim M. Nur menyampaikan, dari dokumen syarat dukungan yang sudah dimasukkan di KPU NTT, dilakukan dua proses penelitian. Tahap penelitian administrasi yang puncaknya pada 29 Mei. Tahap kedua adalah akan dilakukan verifikasi faktual yang tahapannya mulai 30 Mei 2018. Untuk proses verifikasi faktual, KPU akan secara langsung mendatangi dan menanyakan setiap pendukung bakal calon.

“Jika mereka nyatakan mendukung maka secara otomatis lolos dan jika mengatakan sebaliknya maka akan gugur,” terang Gazim.

Dia menjelaskan, proses verifikasi faktual tersebut menggunakan metode sampel, yakni 10 persen dari dukungan yang diserahkan kepada KPU. Ada mekanisme yang dipakai dari 10 persen sampel yang diambil. Basis penentuan 10 persen itu adalah kabupaten/kota.

Lebih lanjut Gazim mengatakan, untuk menentukan nomor berapa pengambilan sampel awal, KPU menyiapkan angka- angka. Banyaknya angka sesuai dengan angka terakhir jumlah dukungan dari kabupaten tersebut. Contohnya, Kota Kupang jumlah dukungan seorang balon sebanyak 357 orang. Dari jumlah yang ada, KPU mengambil 10 persen dari jumlah dukungan tersebut.

“Sehingga KPU menyediakan angka satu sampai tujuh. Jika menarik angka tiga, maka angka awal sampel adalah nomor tiga dan aplikasi akan menentukan angka selanjutnya,” papar Gazim.

Untuk diketahui, 37 balon anggota DPD yang lolos verifikasi administrasi dan mengikuti verifikasi faktual adalah Fransiskus Ramli, Abraham Paul Liyanto, Martinus Siki, Angelus Wake Kako, Flavianus Nesto Embun, Lusia Adinda Dua Nurak, Bernardus Yohanes Raldy Doy. Fransiskus Salem, Abdulah Padang, Servatius Lawang, Syafrudin Atasoge, Hilda Manafe, David Sutarto, Jefrianus Bili, Yustina Goo, Liberius Langsinus, Sarah Lery Mboeik. Ronny Nubatonis, Asyera R.A. Wundalero, Yahidin Umar, Antonius F. Betan, Agustinus Lesek.

Selain itu, Karel Jani Mboeik, Ventje JR.Abanik, Marthinus J.E Medah, Pramodhana Purnalaksita, Hyron Fernandez, Jimmy W.B Sianto, Yustina Ndung, Yerimias Ndoen. Aleksius Armanjaya, Phil. Norbertus Jegalus, Johanes F. Riberu, Martinus Suwardi Mantro, Yakob Babo, Djata Dominikus, dan Kornelis Soi.