Pemkot Kupang Canangkan Hari Berbahasa Inggris Untuk SD dan SMP

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Kota Kupang dibawah pimpinan Jefri Riwu Kore sebagai Wali Kota dan Herman Man sebagai Wakil Wali Kota Kupang, Rabu (30/5/2018), mencanangkan English Day atau hari wajib berbahasa Inggris di lingkungan sekolah dasar (SD) dan SMP tahun 2019 mendatang.

Pencanangan English Day 20019 tersebut dilakukan Wakil Wali Kota Kupang, Hermanus Man di Aula Kantor PDAM Tirta Bening Kota Kupang.

“Tahun depan setiap hari Jumat di SD dan SMP wajib berbahasa Inggris. Kalau anda tidak menggunakan bahasa Inggris satu kata atau kalimat saja pasti anda akan kena denda atau sangsi,” kata Herman Man dalam bahasa Inggris.

Herman Man mengaku telah menyampaikan kepala Filmon Lulupoy sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang agar meminta para kepala sekolah SD dan SMP agar mempersiapkan sekolahnya sehingga English Day di SD dan SMP dapat berjalan dengan sukses.

“Saya sudah minta Pak Kadis agar sampaikan ke kepala sekolah untuk menyiapkan guru bahasa Inggris dan komunitasnya untuk bisa berbahasa setiap hari Jumat,” ungkap Herman Man.

Mantan Kadis Kesehatan Kabupaten Kupang ini lebih jauh menjelaskan, pelajaran lain pada hari Jumat seperti Matematika tetap diajarkan menggunakan bahasa Indonesia. Tapi kalimat pembuka dan penutup dalam pelajaran Matematika harus menggunakan bahasa Inggris.

“Misalnya good morning son dan see you the next hari apa lagi pelajaran Matematika gitu jadi anak-anak itu dikenalkan dengan bahasa Inggris,” terang Herman Man.

Dia menambahkan, akan mewajibkan setiap guru untuk menambah perbendaharaan bahasa Inggris dengan 7 kata baru bahasa Inggris mengenai lingkungan sekolah setiap harinya. Dengan begitu, guru yang bukan mengajar bahasa Inggris juga dapat belajar bahasa internasional tersebut.

“Kata baru bahasa Inggris itu tentang lingkungan sekolah saja. Tidak usah cari kata yang berhubungan dengan dapur atau lainnya, cukup lingkungan sekolah dulu biar anak-anak itu terbiasa,” tambah Herman Man lagi.