Mama Emi Ingin Keuntungan Pariwisata Di Pulau Sumba Dinikmati Rakyat Kecil

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Tambolaka, NTTOnlinenow.com – Keindahan alam dan pariwisata pulau-pulau di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah diakui dunia. Pulau Sumba misalnya, telah menjadi ‘Pulau Terindah di Dunia’ versi majalah Focus terbitan Jerman.

Pulau ini menarik banyak pengunjung, karena selain memiliki keindahan alam yang memesona, di pulau ini juga terdapat hotel terindah di dunia, Hotel Nihiwatu.

“Sumba memiliki banyak potensi pariwisata. Tak hanya soal alam. Tapi juga budaya. Ke depan, kami akan mengembangkan potensi pariwisata berbasis kerakyatan,” kata Cawagub NTT Emelia Julia Nomleni kepada wartawan ketika dirinya melakukan safari politik di Kabupaten Sumba Barat Daya, Sabtu (26/5/2018).

Mama Emi, sapaan Emelia, mengakui potensi pariwisata di Pulau Sumba. Namun dirinya tidak ingin membicarakan industri pariwisata yang besar.

Baginya, penguatan ekonomi terhadap rakyat dalam bidang pariwisata, lebih penting untuk dikembangkan.

“Saya tidak ingin bicara soal industri pariwisata yang besar-besar. Yang lebih penting adalah penguatan ekonomi masyarakat, termasuk juga penguatan ekonomi masyarakat dalam bidang pariwisata,” katanya.

“Untuk itu, jika diizinkan menjadi pemimpin, saya akan menata pariwisata, dengan mempertimbangkan keuntungan-keuntungan yang akan didapat masyarakat kecil yang hidup di sekitar destinasi pariwisata itu,” sambungnya.

Politisi PDIP itu menambahkan, segala kebijakan yang diambil pemerintah dalam menata pariwisata, harus berdasarkan kepentingan rakyat. Karena, lanjutnya, masyarakat hanya ingin mendapatkan keuntungan dari apa yang mereka miliki.

“Sehingga, rakyat merasa bahwa alam yang mereka miliki adalah sebuah anugerah. Bukan sebuah tempat yang disiapkan Tuhan di sekitar mereka, namun keuntungannya bukan untuk mereka. Itu tidak boleh terjadi,” jelasnya.

Untuk menjawab kebutuhan itu, Mama Emi mengatakan, penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi penting.

“SDM perlu ditata. Mereka perlu disiapkan. Artinya, mereka perlu dilatih bagaimana melayani pengunjung, menguasai perekonomian di sekitar tempat pariwisata,” katanya.

“Sehingga, budaya keramahtamahan yang diharapkan pengunjung bisa didapatkan, masyarakat pun bisa menguasai perekonomian di sekitar wilayah pariwisata,” tegasnya.