Dengar Pemaparan Mama Emi, Eks Pimpinan KPK Bilang ‘Pasti Tuhan Tolong’ NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Mantan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto tidak hanya takjub dengan kesederhanaan Cawagub NTT, Emelia J Nomleni. Dia ternyata kagum dengan program-program yang diusung Mama Emi, sapaan Emelia.

“Setelah mendengar uraian program Ibu panjang lebar, saya bisa memastikan bahwa NTT bukan lagi menjadi ‘Nanti Tuhan Tolong’, tapi akan menjadi PTT ‘Pasti Tuhan Tolong'” ujar Bambang saat menjadi panelis di stasiun TVRI, Kamis (17/5/2018).

Pujian Bambang ini adalah akumulasi dari berbagai jawaban yang diberikan Mama Emi terhadap pertanyaan yang diberikan sejumlah panelis. Dalam diskusi itu, Mama Emi mampu memberikan jawaban sekaligus solusi dari persoalan-persoalan yang dihadapi masyarakat NTT, misalnya kasus perdagangan orang (human trafficking).

“Pada tahun 2014, Presiden Jokowi memberikan pernyataan bahwa NTT darurat human trafficking. Tolong berikan pemahaman kepada kami bagaimana kasus ini bisa teratasi,” tanya Bambang kepada Mama Emi.

Pertanyaan ini ditanggapi perempuan berambut putih itu dengan tenang dan lancar. Menurutnya, kasus humman trafficking ini naik drastis, karena persoalan administrasi dan birokrasi yang cukup panjang.

“Memang kita tidak bisa melarang orang mencari kerja. Makanya banyak yang mencari kerja sendiri. Namun perlu kita lihat, yang ilegal, yang kemudian dikatakan humman trafficking, bisa terjadi karena urusan birokrasi dan administrasi yang panjang,” ujarnya.

“Kami akan membenahi birokrasi ini, sehingga masyarakat bisa lebih cepat mengurus surat-surat,” imbuhnya.

Mama Emi menambahkan, masyarakat juga perlu dibekali dengan skill dan kemampuan yang memadai.

“Ini kita bicara soal migrasi aman. Selain birokrasi diperpendek, soal skill juga diperhatikan. Untuk itu akan ada pelatihan. Sehingga ketika mereka keluar, mereka bisa aman, selain karena ada dokumen, tapi juga karena ada keahlian,” jelasnya.

Banyak masalah-masalah lain yang disodorkan para panelis. Salah satunya dari Musni Umar, sosiolog dari Universitas Ibnu Chaldun Jakarta.

Menurut Umar, masyarakat NTT sekarang ini terjerat dalam banyak persoalan, misalnya ketersediaan air.

Menanggapi itu, Mama Emi mengatakan, persoalan air ini bisa diatasi, salah satunya dengan membuat embung-embung.

“Kalau di Kota Kupang, persoalan air ini sudah bisa teratasi. Namun di desa-desa, masih harus ada upaya lebih jauh. Salah satu yang akan kami lakukan adalah membangun embung-embung untuk menyimpan air agar bisa digunakan dalam waktu yang lama,” jelasnya.

Politikus PDI Perjuangan ini berharap, dengan upaya pembangunan embung-embung, masyarakat bisa menggunakan air itu untuk kebutuhannya, termasuk juga dalam menjalankan proses pertaniannya.

“Kami bersyukur karena sekitar 7 bendungan dibangun pemerintah pusat di NTT. Kami akan tambahkan lagi dengan embung-embung, agar masalah air bisa diatasi,” paparnya.