Tahun 2019, Pemkab Belu Akan Mengangkat Tenaga Kontrak Guru

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua,NTTOnlinenow.com – Masalah kekurangan tenaga pendidikan atau Guru di sekolah-sekolah dalam wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat perbatasan Belu dan Timor Leste menjadi perhatian khusus.

Menyikapi hal itu, Wakil Bupati Belu, J. T Ose Luan berjanji tahun 2019 mendatang akan mengangkat tenaga kontrak Guru guna mengatasi permasalahan kekurangan Guru yang ada di sekolah-sekolah.

Dikatakan, seperti yang diketahui secara umum bahwa Kabupaten Belu memiliki kekurangan guru. Selain itu juga tidak adanya pemerataan tenaga guru di sekolah-sekolah khusus di daerah pelosok Belu.

“Persoalan ini menjadi sesuatu hal yang sangat rumit dan sulit.
Setiap tahun ada Guru yang pensiun tapi tidak pernah ada pengangkatan,” terang Ose kepada media kemarin.

Jelas Ose, guna mengatasi Guru yang selalu pensiun, tapi tidak ada pengangkatan kembali oleh Pemerintah Pusat. Maka untuk sementara dan sedang dilakukan oleh Pemerintah Belu hanya menampung tenaga kontak dan tenaga komite.

“Kalau memang tenaga guru tidak bisa dibuka peluang formasi untuk pengangkatan, maka tidak heran kekurangan Guru termasuk kita di wilayah perbatasan Belu,” ujar dia.

Saat ini tutur mantan Sekda bahwa yang terjadi sekarang ada sekolah di Belu yang hanya terdapat 1 guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Itu juga Kepala Sekolah, selain itu tenaga komite dan bahkan tidak ada tenaga kontrak daerah.

“Untuk mengatasi kekurangan ini, saya telah berpikir dalam tahun ini atau pun perubahan 2019 harus mengangkat tenaga kontrak dan ada tenaga kontrak khusus guru,” kata Ose.

Terkait hal tersebut sudah pernah dibicarakan untuk sekitar 306 orang tenaga kontrak khusus Guru yang akan diangkat nantinya. Namun untuk merealisasikan kekurangan itu masih perlu melihat kekuatan APBD di Kabupaten Belu.

Dalam pra Musrenbangdes sebelumnya jelas Ose, sudah diperoleh pendapat atas pokok-pokok pikiran daripada anggota DPRD Belu yang menyatakan persetujuan untuk mengangkat sekitar 302-306 orang tenaga kontrak khusus Guru.

“Persetujuan itu dipertimbangkan guna atasi kesulitan masalah kekurangan tenaga Guru terlebih di daerah pelosok. Semoga hal itu bisa terealisasi pada tahun 2019,” pinta Ose.

Lanjut dia, hanya dengan cara seperti itu untuk mengatasi persoalan kekurangan tenaga Guru di Belu. Sebab kita tidak memiliki hak dalam mengangkat seseorang menjadi PNS.

“Yang akan mengangkat seseorang untuk menjadi PNS Pemerintah Pusat berdasarkan kebijakan tertentu atas analisa dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara,” pungkas Ose.