Ragukan Hasil Rehab, Walikota Enggan Tempati Rujab

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore mengaku belum manempati Rumah Jabatan (Rujab) Walikota Kupang, meskipun rujab tersebut meskipun sudah direhab menggunakan Dana APBD sebesar Rp.1,7 miliar.

Alasan Walikota Kupang belum mau menempati rujab teraebut karena dirinya ragu dengan kontruksi atap pasca rehab.

“Dari awal pekerjaan rehab saya sudah ngotot agar rehab atap seharusnya dengan satu konstruksi saja. Kalau mau pake konstruksi kayu, semuanya harus kayu. Sedangkan kalau mau menggunakan konstruksi baja ringan, maka semuanya juga harus menggunakan material yang sama. Namun yang terjadi berbeda sehingga saya belum mau menempati rujab tersebut,” Kata Walikota Kupang kepada wartawan di Kupang.

Walikota mengaku ragu dengan hasil pekerjaan itu karena tidak sesuai dengan Rancangan Belanja Anggaran (RAB).

Menurutnya, untuk proyek renovasi rumah tentu sudah dilakukan analisis perbaikan yang dilakukan Dinas PUPR, dan RAB yang ditetapkan tentu berdasarkan analisis yang dilakukan. Tetapi dalam perjalanan ada permintaan change contrak order (CCO) oleh dinas. Padahal setahu dirinya, CCO tidak bisa dilakukan untuk proyek renovasi.

“RAB menggunakan baja ringan, akan tetapi diganti dengan kayu sehingga di atap rujab ada konstruksi dengan baja ringan dan kayu sehingga menjadi tanda tanya besar. Saya tidak ambil resiko menempati rumah jabatan dengan konstruksi seperti itu. Apalagi ada CCO dalam proses renovasi. Memang saya bukan orang teknik tapi sepengetahuan saya untuk proyek renovasi,” Kata Walikota.

Untuk itu Walikota, dirinya telah meminta Bagian Umum Setda Kota Kupang melakukan folow up terhadap hasil renovasi yang dilakukan, apakah konstruksi tersebut tidak berpengaruh pada kekuatan atap dengan dinas terkait yaitu Dinas PUPR.