Pangdam : Tahun Politik, Prajurit Nertal, Jangan Cederai Institusi TNI

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Momen politik prajurit TNI diminta agar tetap menjaga netralitas pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang akan dilaksanakan pada 27 Juni 2018 mendatang.

“Momen Pilkada, saya ingatkan lagi apa yang disampaikan Pimpinan TNI, sikap prajurit TNI netral berikan kesempatan pada warga,” ujar Pangdam IX/Udayana Mayor TNI Benny Susianto saat memberikan arahan kepada prajurit TNI, PNS dan Persit KCK di Kodim 1605/Belu, Rabu (25/4/2018).

Jelas Benny, apabila ada prajurit TNI yang bermain atau terlibat politik praktis maka tidak akan aman, sebab itu telah mencederai institusi. Oleh karena itu harus selalu menjaga netralitas.

“Prajurit TNI pandai-pandailah bersikap dan tetap jaga institusi TNI harus netral,” tegas Benny.

Diingatkan lagi bahwa, baik prajurit TNI, PNS maupun Persit jangan mencederai institusi. Jangan mudah tergiur atau percaya dengan kepentingan seseorang dengan mengorbankan institusi.

“Komitmen Pimpinan TNI harus dijaga. Kalau itu dilanggar maka hukuman berat. Harus punya sikap loyalitas, jaga komitmen
Pimpinan TNI dengan baik sehingga tidak mencerderai instutusi TNI,” pesan Benny.

Akhir arahan, Pangdam IX Udayana berpesan kepada seluruh prajurit TNI serta jajaran Kodim Belu agar menggunakan hak politiknya dengan bijak.

“Lihat Pimpinan yang punya program bagus, jangan lihat karena uang. Berikan demokrasi yang baik bagi warga lain,” ucap dia.

Senada ditegaskan Benny dalam arahannya kepada prajurit TNI Satgas RI-RDTL Yonif 743/PSY serta Polri di Mako Satgas bahwa, tahun ini merupakan tahun politik hingga tahun depannya karena itu jaga netralitas.

“Pimpinan sudah tekankan TNI dan Polri harus netral, jangan terlibat politik praktis,” ingat Pangdam IX Udayana itu.