Ini Hal Penting Yang Disampaikan Walikota Kupang Di Upacara HUT Kota Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Hari ini, Rabu (25/04/2018) pemerintah Kota Kupang menggelar Upacara peringatan Hari Ulang Tahun Kota Kupang ke-132 dan Hari Jadi ke-22 Kota Kupang sebagai daerah otonomi, yang berlangsung dilapangan Kantor Walikota Kupang, Rabu (25/4/2018).

Bertindak sebagai inspektur upacara adalah Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore. Tampak hadir dalam upacara ini jajaran dari Forkampinda Kota Kupang, Jajaran OPD Lingkup Pemerintahan Kota Kupang, Tokoh Mayarakat, Tokoh Agama, Karang Taruna, Tokoh Pemuda, Tokoh Perempuan dan LSM se Kota Kupang, menggunakan busana adat dari berbagai etnis yang ada di Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Walikota Kupang yang menggunakan pakaian adat Sabu tersebut menyampaikan tiga hal penting yang menjadi perhatian bersama dalam Hari Ulang Tahun Kota Kupang ke-132 dan Hari Jadi ke-22 Kota Kupang sebagai daerah otonomi.

Tiga hal penting yang menjadi perhatian bersama yakni pertama integritas dan etika profesionalisme bagi para pimpinan dan penyelenggaraan otonomi daerah dalam implementasi kebijakan desentralisasi dan otonomi daerah merupakan hal yang harus di kedepankan.

“Saya tidak pernah berhenti mengajak dan menekankan kepada seluruh jajaran pemerintah daerah sebagai pelaku pembangunan, untuk senantiasa mengedepankan nilai dasar revolusi mental yaitu, integritas, etos kerja dan gotong royong,” katanya.

Hal kedua, katanya menjadi perhatian dan komitmen bersama yakni mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). Untuk itu reformasi birokrasi agar terus dilakukan baik dibidang kelembagaan, peningkatan kapasitas aparatur, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan daerah yang menjadi kunci keberhasilan dalam implementasi kebijakan otonomi daerah masih perlu ditingkatkan.

Sedangkan hal ketiga yakni upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat, melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, peningkatan pemberdayaan masyarakat, dan peningkatan daya saing perekonomian daerah harus menjadi prioritas utama kebijakan di semua level pemerintah daerah.

Ia mengaku, tidak dapat dipungkiri, selama 22 tahun implementasi otonomi daerah, sudah begitu banyak hal positif yang dilaksanakan, antara lain pembangunan sarana dan prasarana semakin menggeliat sesuai potensi daerah dengan tingkat akurasi yang tinggi serta mengakomodir keinginan masyarakat.

“Melalui implementasi otonomi daerah yang sudah banyak hal postif yang sudah dicapai tersebut masih banyak kerja-kerja yang harus kita laksanakan,” kata Jefri.