Bupati Lay Buka Pameran Gelar TTG ke-4 Tingkat Provinsi NTT Di Desa Silawan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Bupati Belu Willybrodus Lay secara resmi membuka pameran gelar Teknologi Tepat Guna (TTG) ke-4 Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2018 di Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur, Rabu (25/4/2018).

Kegiatan TTG ke-4 yang dikemas dalam bentuk pameran diikuti peserta 69 stand dari 21 Kabupaten dan 1 Kota se-NTT berlangsung di pantai Mota’ain, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah Indonesia yang berbatasan langsung dengan Negara tetangga Timor Leste.

Bupati Lay dalam sambutannya mengatakan, saat ini pemanfaatan Teknologi Tepat Guna harus menjadi kebutuhan utama bagi setiap lapisan masyarakat dalam upaya mengatasi kesulitan untuk mencapai hasil produksi secara maksimal di berbagai bidang.

Teknologi Tepat Guna adalah teknologi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, dapat menjawab permasalahan, tidak merusak lingkungan dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat secara mudah serta menghasilkan nilai tambah dari aspek ekonomi.

Diharapkan melaluai TTG ini, masyarakat pengguna teknologi dapat bertambah wawasan dan meningkatnya inovasi serta kreativitas dalam hal pemanfaatan teknologi sesuai dengan kondisi lokal/wilayah NTT.

“Kita harus mendorong inovasi dan menguasai teknologi agar bisa memberi manfaat bagi masyarakat luas. Ini sejalan dengan peran teknologi sebagai solusi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ucap dia.

Lanjut Lay, TTG merupakan salah satu cara atau pendekatan yang ampuh dalam upaya mendorong percepatan mewujudkan kemandirian masyarakat desa. Melalui sentuhan TTG mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas hasil produksi di pedesaan.

Saat ini di Nusa Tenggara Timur ada 3.026 desa telah di Alokasikan dalam Dana Desa, saya harapkan Dana Desa dapat digunakan untuk membiayai kegiatan pemberdayaan masyarakat berbasis teknologi tepat guna untuk kemajuan ekonomi.

Desa dapat melakukan pelatihan kewirausahaan yang mendukung pengolahan produk pasca panen sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan meningkatnya kualitas dan kuantitas, maka produk tersebut dapat menjadi produk unggulan kawasan perdesaan (Prukades) dan memberi nilai tambah bagi kehidupan ekonomi desa.

“Sudah saatnya desa memiliki satu produk unggulan yang menjadikan ciri khas daerahnya, kegiatan ini juga merupakan kesempatan dan ajang promosi produk-produk unggulan Desa,” ujar Lay.

Kepada para Kapala Desa diharapkan dapat memanfaatkan kegiatan TTG tersebut untuk membantu mensosialisasikan atau memfasilitasi masyarakat akan pentingnya penerapan teknologi tepat guna dalam pengelolaan potensi sumberdaya alam yang cukup melimpah di Desa.

“Begitu juga dengan Pemerintah Daerah khususnya Kabupaten/Kota kita harapkan memberikan dukungan dengan mengoptimalkan keberadaan kelembagaan masyarakat yang telah terbentuk ci daerah, yaitu Pos Pelayanan Teknologi Tepat Guna (Posyantek),” pinta dia.

Fungsi Posyantek itu sendiri jelas Lay, tidak hanya sebagai sumber informasi dan promosi yang terkait dengan teknologi tepat guna, melainkan juga d’arahkan untuk mampu menjembatani masyarakat pengguna teknologi. Pameran Gelar TTG Tingkat Provinsi NTT Tahun ini, telah menghadirkan berbagai Pengelola TTG dari 22 Kabupaten/Kota.

“Ini merupakan momentum yang sangat penting untuk saling tukar pikir dan berkolaborasi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat melalui pendekatan TTG,” kata Lay.

Event Gelar TTG ini juga membuka peluang bagi para pengusaha untuk berinvestasi dalam mengembangkan TTG di daerah. Dukungan kalangan dunia usaha sangatdibutuhkan dalam memproduksi alat TTG dengan tingkat harga yang terjangkau masyarakat. Dunia pendidikan juga dapat berperan dalam menciptakan teknologi tepat guna berbasis kearifan lokal.

Usai sambutan dilanjutkan dengan pemukulan gong sebagai tanda pembukaan pameran gelar TTG oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi NTT Ny Adinda Leburaya didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Belu, Bupati Belu, Wakil Bupati Belu, Sekda Belu, Pimpinan DPRD Belu serta beberapa pejabat Provinsi dan Ketua Tim Penggerak PKK dari 22 Kabupaten se-NTT.