Festival BSL Kota Kupang Pecahkan Rekor Dunia

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Festival makan Jagung Bose, Daging Se,i, dan Sambal Lu’at, (BSL) yang digelar pemerintah Kota Kupang, dalam rangka memeriahkan HUT Kota Kupang yang ke-22, nerhasil mencatat rekor dunia, untuk makan pangan lokal dengan peserta terbanyak. Berdasarkan catatan dari Lembaga Prestasi Indonesia Dunia (LEPRID) yang bermarkas di Kota Semarang, jumlah peserta yang mengikuti Festival berdasarkan Kupon makan yang dibagikan berjumlah 18.650.

“Ini menjadi rekor terbaru di dunia, untuk jumlah peserta festival makan panganan lokal di Dunia,” kata Ketua Umum LEPRID, Paulus Pangka usai memberikan penghargaan LEPRID yang diterima langsung Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore di Lokasi Festival BSL di jalan Eltari Kota Kupang, Sabtu (21/04/2018) .

Kegiatan Festival BSL dibuka secara langsung Oleh Walikota Kupang, Jefri Riwu Kore. Turut hadir Wakil Walikota Kupang, Hermanus Man, Sekda Kota Kupang, Bernadus Benu bersama sejumlah pejabat eselon II dan III, di lingkup pemerintah Kota Kupang.

Walikota Kupang dalam sambutannya mengatakan, Festival Kuliner Lokal Bose Se’ Lu’at (BSL) yang dilaksanakan dalam rangka HUT Kota Kupang ke 22 sebagai Daerah Otonom dilaksanakan dengan tema “Kita Lestarikan Pangan Lokal Untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan dan Peningkatan Perekonomian Masyarakat”.

Dengan memperhatikan keberadaan Kuliner Lokal seperti Jagung Bose yang mulai kurang popular sehingga jarang ditemukan dalam keseharian masyarakat Kota Kupang sebagai dampak dari perkembangan jaman, kemajemukan masyarakat kota Kupang dan banyaknya budaya luar yang masuk ke Kota Kupang, maka Pemerintah Kota Kupang menyelenggarakan event ini sebagai upaya pelestarian nilai budaya.

Ia mengatakan, Sasaran dari Festival BSL ini ialah seluruh komponen masyarakat Kota Kupang Manfaat yang ingin dicapai dari pelaksanaan event Festival BSL ini adalah Seluruh masyarakat Kota Kupang merasakan kegembiraan dalam perayaan HUT Kota Kupang. Tumbuhnya kesadaran masyarakat terhadap potensi nilai budaya lokal yang patut dilestarikan dan dijunjung tinggi Masyrakat Kota Kupang menjadi terbiasa untuk mengkonsumsi.

Berdasarkan pantauan NTTOnlinenow.com ini di lokasi CFD, sangat banyak warga Kota Kupang yang mengikuti kegiatan festival BSL. Jumlah warga yang hadir diperkirakan lebih dari 30 ribu. Bahkan sebagian besar pengunjung di CFD tidak mendapat kupon makan BSL karena jumlah kupon yang terbatas.