Ketika Mama Emi Jadi Tempat Curhat Warga Desa Terpencil NTT

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Calon Wakil Gubernur NTT nomor urut 2, Emelia Julia Nomleni terus melakukan safari politik ke seluruh daerah di provinsi berbasis kepulauan itu.

Saat mengunjungi Desa Pantulan, Kecamatan Sulamu, Kabupaten Kupang, Senin (16/4/2018), Mama Emi jadi tempat curahan hati (Curhat) warga. Mereka menceritakan segala persoalan yang ada di desa itu.

Benyamin Amalo, warga setempat mengatakan wilayah Kecamatan Sulamu masih tertinggal karena hingga saat ini belum tersentuh pembangunan. Selain kesulitan air bersih, Desa Pantulan juga belum menggunakan listrik.

“Kami mohon, jika Mama Emi terpilih tolong ingat kami selalu,” ujar Benyamin.

Tokoh pemuda Sulamu, Milton mengatakan, wilayah Sulamu memiliki potensi peternakan dan pertanian yang sangat luar biasa namun ironisnya warga masih mengalami kesulitan mengakses pasar karena infrastruktur yang tidak memadai.

“Kami tahu progr
am Marianus Sae- Mama Emi sangat menyentuh kebutuhan masyarakat kecil, sehingga kami berharap jika terpilih nanti, tolong perhatikan jalan kami,” katanya.

Menjawab keluhan warga, Mama Emi mengatakan untuk mengatasi persoalan itu, Paket Marhaen mempunyai salah satu program unggulan yaitu pemberdayaan ekonomi rumah tangga yakni infrastruktur dan ketersediaan air.

Insinyur perempuan ini mengatakan, pola pemberdayaan ekonomi lebih terfokus pada pemuda, perempuan dan anak di desa.

“Kami akan ajak pengusahan untuk berikan pelatihan wirausaha kepada pemuda dan kaum perempuan. Jika mau NTT maju maka perkuat dahulu industri ekonomi perempuan dan pemuda di desa,” kata Mama Emi.

Terkait listrik, Mama Emi mengatakan akan memenuhi keluhan warga sesuai dengan program Jokowi Indonesia Terang.

“Listrik, jalan dan air akan menjadi agenda utama Paket Marhaen. Jika saya terpilih maka keluhan warga ini akan teralisasikan,” ujar Mama Emi.

 

 

 

 

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*