Dikuatirkan Terkontaminasi Virus Avian Influenza, Balai Karantina Bongkar Pupuk Kompos Dari Gresik

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Pupuk kompos olahan kotoran ayam yang didatangkan dari daerah Gersik, Provinsi Jawa Timur milik PT Mulia Sumba Manis (MSM) dikuatirkan akan membawa virus Avian Influenza (AI), pemerintah provinsi (Pemprov) NTT mengijinkan balai Karantina Waingapu membongkarnya.

Menurut Kepala Balai Karantina Waingapu I Wayan Rudiyasa ketika ditemui di ruang kerjanya Jumat (13/4/2018) menjelaskan, pupuk kompos yang didatangkan beberapa hari lalu dengan armada kapal tongkang Bahtera Arafuru 999 untuk pasokan perusahan tebu milik PT MSM sebanyak ratusan ton.

“Kapal itu sudah seminggu di Waingapu, kami belum memberikan ijin membongkarnya karna pupuk itu tidak dilengkapi dokumen resmi dari daerah asal maupun daerah tujuan, apalagi dikuatirkan pupuk yang didatangkan dari daerah itu bisa terinfeksi AI sedangkan di Sumba Timur masih bebas virus AI,”kata Wayan.

Ia menambahkan, persoalan ini pihaknya telah mendapat rekomendasi dari pihak Dinas Peternakan Provinsi NTT untuk melakukan uji Laboratorium (LEB) sehingga nanti jika ditemukan dalam kompos ada unsur positifnya maka barangnya akan dimusnahkan, jika tida ada maka pihaknya akan menyerahkan ke pihak perusahan.

“Pembongkaran ini kita juga pertimbangkan semua biaya yang terjadi dan ditanggung oleh pihak perusahan, sementara kami menunggu hasil uji Lab dari provinsi NTT dan untuk sementara barangnya kami amankan di gudang milik ekspedisi PT Lotus Waingapu sambil menunggu hasil uji Lab,”ungkapnya.

Sementara warga kota Waingapu Darhan mengakui, kompos yang didatangkan daerah pulau Jawa diharapkan pemerintah benar-benar meneliti dengan uji Lab, karna persolan kompos sangat membahayakan bagi masyarakat, jangan karna kepentingan perusahan, masyarakat Sumba Timur menjadi korban terancam virus AI.

“Ini kan kasihan masyarakat, pupuk kompos dalam penggunaanya ada bahaya kesehatan tersembunyi yang mengintai dibalik pupuk ramah lingkungan itu, kami harap pupuk itu tidak menjadi beban masyarakat nantinya”jelasnya.

Kepala Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Waingapu, Rosihan saat dihubungi WA menuturkan, terkait dengan pembongkaran pupuk kompos, sebagai pelaksana pelabuhan dan penegakan hukum dibidang keselamatan dan keamanan pelabuhan pihaknya selalu berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait yakni Karantina.

“Saya pikir jika diijinkan oleh pihak terkait seperti Karantina dan Dinas Peternakan, tentunya kita bongkar,”tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*