Catatan Pinggir Dari Tepian Negeri, Saya Suka Gagasan Bupati Belu

Oleh : Stefantje Bele Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sejak menginjakkan kaki di kota Perbatasan, Atambua Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Menteri Sosial RI yang juga politisi asal partai berlogo beringin kelahiran Sulawesi Selatan ini terus menyungging senyum. Turun dari pesawat, Idrus Marham terus mengayunkan langkah menghampiri Bupati Belu, Willybrodus Lay, dan Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan bersama unsur Forkopimda yang sudah sejak pagi, menanti kedatangan orang nomor satu di Kementerian Sosial RI ini.

Diterima bersama rombongan di Bandar udara A. A Bere Tallo, sosok berkacamata itu terus menggenggam erat tangan orang nomor satu di wilayah perbatasan RI-RDTL, Kabupaten Belu. Setelah menyalami satu persatu rombongan Pemerintah Daerah, kedua politisi itu terus beriringan menuju lobi. Kehadiran Menteri Sosial RI ke wilayah Kabupaten Belu bersama Ketua Komisi VIII dan Mitra Kerja Dunia Usaha, sebagai tindak lanjut pertemuan antara Kementerian Sosial RI bersama Bupati/Walikota, 41 kabupaten/kota yang ada di wilayah perbatasan. Menteri Sosial RI, Idrus Marham akan melakukan Penyerahan Bantuan Sosial di Dusun Kaen, Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen Kabupaten Belu, Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Perjalanannya dimulai dari Bandar Udara A. A. Bere Tallo, menuju Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain, Desa Silawan, Kecamatan Tasifeto Timur. Di PLBN, Mensos RI bersama rombongan bertatap muka dengan Administrator PLBN Motaain, sekaligus meninjau PLBN. Mensos RI dan rombongan kemudian singgah di Gedung Betelalenok Atambua, untuk memberi arahan Percepatan Pembangunan Wilayah Perbatasan kepada Unsur Forum Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Jajaran Pemerintah Kabupaten Belu. Rombongan kemudian meneruskan perjalanan ke lokasi Penyerahan Bantuan Sosial di Dusun Kaen, Desa Maudemu, Kecamatan Lamaknen.

Untuk mencapai Desa Maudemu, rombongan Idrus melewati jalan sabuk merah perbatasan yang sementara dikerjakan. Perjalanan ke Maudemu menempuh waktu sekitar 45 menit. Tiba di Maudemu, Menteri Sosial RI dan Bupati Belu bersama rombongan disambut Wakil Bupati Belu, Drs. J.T. Ose Luan dan Camat Se- Kabupaten Belu serta Kepala Desa se- Kecamatan Lamaknen. Menteri Idrus sebelum memasuki tenda acara, terlebih dahulu dikenakan pakaian adat, kemudian disambut dengan sapaan adat dan diiringi tarian daerah ‘Likurai’ menuju tenda acara.

 

SAYA SUKA GAGASAN BUPATI BELU” adalah tema yang diangkat sebagai gambaran ‘Enterpreunership’ yang diapresiasi Menteri Idrus terhadap “Pencapaian Kinerja Bupati Belu” terkait kesinambungan Program Pemberdayaan Masyarakat pasca dibangunnya PLBN megah di Motaain, Kabupaten Belu. Hadirnya PLBN yang megah di perbatasan, seperti yang diungkapkan Menteri Idrus saat berada di garis batas RI-RDTL bahwa, keberadaan PLBN sebagai suatu semangat untuk menyatakan kepada dunia bahwa, “Indonesia Kuat, Satu dan Siap”. Bagi kita, peningkatan kesejahteraan masyarakat di daerah perbatasan adalah strategi pertahanan bangsa yang efektif.

Untuk mewujudkan ‘Indonesia Kuat, Satu dan Siap”, perlu ditindaklanjuti dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah perbatasan. Perhatian inilah, yang kini menjadi fokus perhatian Pemerintah Pusat melalui Nafas Nawacita Jokowi, Membangun Indonesia Dari Pinggiran. Kini, masyarakat Kabupaten Belu, boleh berbangga, karena sebagian besar Menteri Kabinet Jokowi sudah datang ke Belu dan mengintervensi program pemberdayaan masyarakat dan perbaikan infrastruktur jalan maupun jembatan di wilayah perbatasan RI-RDTL dengan pola pendekatan yang sesuai dengan ciri karakter daerah.

Mendesain pola peningkatan kesejahteraan masyarakat didaerah perbatasan RI-RDTL, Bupati Belu-Wakil Bupati Belu telah menelurkan sejumlah Program Pemberdayaan Masyarakat yang berkesinambungan. Mulai dari sektor pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan dan lain-lain. Pola pendekatan inilah yang membuat mantan Anggota DPR RI tiga periode ini mengungkapkan kekagumannya bahwa, gagasan-gagasan dari Bupati Belu untuk membangun daerah perbatasan ini sangat luar biasa. Untuk mendukung program-program tersebut secara berkesinambungan, masyarakat harus menjadi benteng pertahanan dari pada bangsa ini. Keterlibatan semua kementerian untuk membangun wilayah perbatasan secara terpadu dengan mendatangi wilayah perbatasan Belu-Timor Leste, adalah untuk bagaimana memahami masalah yang ada di daerah batas. Tentunya, dengan memahami masalah diperbatasan, potensi-potensi yang dimiliki daerah akan difungsikan dengan pola penanganan secara profesional. Oleh karena itu, pilihan-pilihan seperti pertanian, peternakan dan lain-lain sebagainya diperlukan pendampingan, sehingga masyarakat terbiasa bekerja secara profesional. Jangka waktu itulah yang menjadi etos kerja masyarakat disertai pendampingan dari pihak kementerian.

Menteri Idrus juga mengingatkan kepada seluruh elemen masyarakat di wilayah perbatasan untuk menunjukkan sikap akomodatif dengan mengurangi konflik-konflik kepentingan politik. Mengingat, arahan Presiden Jokowi untuk 41 Kabupaten/Kota di daerah perbatasan, agar secara serentak mengembangkan program-program pendekatan pengembangan masyarakat dalam rangka peningkatan kesejahteraan rakyat. Kehadiran 41 Bupati/Walikota di Jakarta adalah untuk membangun komitmen yang sama bahwa posisi Bupati/Walikota di daerah perbatasan sangat menentukan masa depan bagi bangsa ini di waktu-waktu yang akan datang. Posisi strategis ini harus ditindak lanjuti dengan menginventarisasi masalah sesuai dengan ciri karakter yang ada di wilayah masing-masing.

Seluruh program kerja yang dilaksanakan mengacu kepada tiga orientasi, yakni : pertama, program-program yang berorientasi menyelesaikan masalah yang dihadapi oleh rakyat; kedua, program-program yang diproyeksikan untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat; ketiga, program-program yang diproyeksikan sebagai sebuah program mendasar yang akan memberikan harapan masa depan rakyat. Berdasarkan ketiga hal tersebut, Presiden Republik Indonesia ingin memastikan bahwa di daerah-daerah perbatasan, semua masyarakat tidak boleh berkekurangan pangan, semua anak-anak bisa sekolah dan semua keluarga dapat terlayani kesehatan secara baik. Inilah kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani. Tujuan yang ingin capai dari implementasi program-program pengembangan masyarakat, supaya keluarga-keluarga di daerah perbatasan bisa tumbuh dan berkembang secara mandiri. (pkpsetdabelu).
Stefantje Bele Bau (Kasubag Komunikasi Publik Bagian Protokol dan Komunikasi Publik Setda Kabupaten Belu)

 

 

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*