4.328 Siswa SMP/MTs di Tapal Batas Belu-Timor Leste Siap Ikuti USBN

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebanyak 4.283 pelajar di tingkat SMP/MTs di wilayah Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-RDTL akan mengikuti Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN).

Pelaksanaan USBN oleh para pelajar sekolah tingkat pertama akan berlangsung selama enam hari terhitung mulai tanggal 16 sampai dengan 21 April 2018 mendatang.

Demikian Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Belu, Marsianus Loe saat dihubungi media, Rabu (12/4/2018).

Menurut dia, peserta USBN berjumlah 48 sekolah. Enam sekolah diantaranya titipan yakni, tiga sekolah titipan di SMP 3, satu sekolah titipan di SMP 2 dan satunya lagi titipan di SMP Piebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan.

“Sejauh ini peserta dari semua sekolah tidak ada yag bermasalah dan siap mengikuti ujian,” ujar Loe.

Lanjut dia, terkait itu semua bahan soal ujian sudah tiba dan sementara berada di Kantor Dinas. Saat ini bahannya di packing oleh staf dan besok akan didistribusikan ke masing-masing sekolah.

“Sesuai hasil rapat kemarin kita sepakat untuk tiga Kecamatan kota titip di Dinas. Sisa 9 Kacamatan akan titip di setiap Polsek demi keamanan. Karena itu perlu pengawalan sehingga tidak terjadi hal-hal di luar dugaan,” jelas Loe.

Ditambahkan, untuk UN peserta sebanyak 42 sekolah pelaksanaan akan digabungkan ke sekolah induk. Pelaksanaan UN dilakukan pada tanggal 23 sampai 26 April akan datang.

“Bahan ujiannya besok tiba di Kantor. Rencana distribusi dilakukan pada hamin satu minimal tanggal 22 dan sesuai kesepakatan rapat kali lalu,” papar Loe.

Terkait itu, ditargetkan seluruh peserta 4.328 pelajar berhasil atau lulus dalam ujian. Akan tetapi semua itu kembali ke kesiapan anak-anak dalam belajar, juga para guru dan orang tua yang membimbing selama ini.

“Kita kembali ke kesiapan anak dalam belajar juga guru dan orang tua yang mengawal membimbing dari sejak awal mengenyam hingga akhir. Kita harapkan yang terbaik bagi seluruh peserta ujian,” ucap Loe.

Lanjut mantan Camat Lamaknen itu, soal-soal ujian yang dipakai 75 persen hasil susunan para guru di pinggiran negeri. Soalnya disusun sendiri oleh guru kita di kirim ke Pusat untuk diverifikasi dan dari Belu tidak terlambat.

“Hasil verifikasi soal susunan dari Belu dipakai untuk ujian di wilayah NTT. Soal yang kita susun memenuhi standar ujian, karena itu apresiasi ternyata dari pinggiran guru-guru berkompeten menyusun soal- soal yang berstandar nasional,” akhir dia.