Kadis Kearsipan NTT Akui Penataan dan Pengelolaan Arsip Belum Baik

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sejak tahun 1971 sampai 2009 Arsip di Negara apalagi di seluruh daerah termasuk di perangkat daerah, penataan dan pengelolaan Arsip tidak ada model, atau dengan kata lain begitu terciptanya Arsip langsung dianggap selesai dan tidak perlu dijaga.

Demikian Kepala Dinas Kearsipan Propinsi NTT, Lambert Ibi Riti kepada awak media di sela-sela kegiatan temu konsultasi mekanisne kerja unit kearsipan bagi kasubag kepegawaian dan umum atau arsip lingkup Pemkab Belu di Hotel Nusa II, Timor Barat perbatasan RI-RDTL, Selasa (10/4/2018).

Menurut Lambert, kesadaran sangat penting dan perlu kita bangun terus menerus karena selama ini penataan dan pengelolaan Arsip belum ditata atau dikelola dengan secara baik sesuai kearsipan.

Kegiatan ini jelas dia, secara nasional sudah berjalan sejak tahun 2009. Dimana dengan perubahan regulasi tentang UU nomor 43 dari UU nomor 7 tahun 1971, maka penataan dan pengelolaan arsip itu menjadi tanggung jawab pecinta arsip Pemda, Ormas, Orpol dan Lembaga Pendidikan.

“Tahun lalu itu tanggal 10 Maert 2017 sudah ditandatangani MoU anatara Arsip Nasional, Menpan, KPK, BPK dan Bareskrim, bahwa ke depan ini kita sudah ada di koridor kerja sama dimana penataan Arsip tidak saja berhubungan dengan anggaran tetapi korelasinya sudah pasti,” ujar Lambert.

Selanjutnya, jika di Kabupaten Belu APBD Rp 900 miliar pertahun, maka jelas Arsip APBD menjadi konsentrasi KPK dan BPK, apalagi menuju opini WTP. Oleh karena itu BPK musti memberikan jaminan bahwa dokumen Arsip pengelolaan APBDnya benar-benar sesuai tata aturan kearsipan.

Dijelaskan, mulai tahun lalu kita sudah ada di gerakan nasional sadar tertib Arsip peraturan Kepala Arsip Nasional nomor 7 dan sekarang ini sedang proses inpres tentang gerakan itu.

“Secara nasional Presiden mengharapkan dari pusat sampai daerah Arsip mesti ditata. Kita terus lakukan safari gerakan nasioanl sadar tertib Arsip di setiap daerah,” pungkas Riti.