Diserang Hama, Tanaman Padi di Desa Fatuketi Terancam Gagal Panen

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Sebagian besar tanaman padi milik warga masyarakat di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu terserang hama sejak sepekan terakhir.

Akibat serangan hama putih, merah dan ulat sejumlah tanaman padi milik puluhan warga yang baru berumur kurang lebih dua bulan bahkan minggu di Dusun Ainiba, Klitin serta beberapa wilayah disekitarnya terancam gagal panen.

Demikian dibenarkan Kepala Desa Fatuketi, Markus Taus saat dihubungi media di Kantor Bupati Belu disela-sela penerimaan Mahasiswa KKN Undana Kupang, Senin sore (9/4/2018).

Dikatakan, beberapa waktu lalu beberapa masyarakat setempat telah menyampaikan laporan secara lisan ke dirinya, bahwa tanaman padi mereka telah diserang hama dan mulai mengering.

Pada umumnya akui Taus, serangan itu hampir disemua sawah di wilayah Fatuketi. Namun dirinya belum mengetahui berapa banyak hektare lahan yang diserang hama putih, karena warga hanya laporkan tanpa dukungan data.

“Saya tidak tahu berapa hektare lahannya. PPL dan kelompok tani harus segera turun melihat secara nyata di lapangan. Kita secepatnya mencegah, sehingga tidak merambat,” ujar dia.

Masalah tanaman padi terserang hama diketahui pertama kali pada Kamis 5 April lalu saat Babinsa Fatuketi, Koramil-02 Atapupu Koptu Deolindo Dos Santos Pinto melaksanakan kegiatan pendampingan upaya khusus mengecek tanaman padi warga di wilayah Dusun Ainiba, RT 006/RW 003.

Melalui kegiatan Upsus tersebut dari keterangan warga setempat ditemukan sebagian besar tanaman padi milik kurang lebih milik empat puluhan warga terserang hama dan terancam gagal panen.

Menurut pengakuan dari beberapa warga, serangan hama dan ulat di tanaman padi menyebabkan warga kesulitan untuk mengatasi dan terancam gagal panen.

Bahkan, menurut warga mereka telah melakukan penyemprotan hama sebanyak tiga kali pasca diserang hama. Namun hasilnya tidak ada perubahan, tanaman padi masih tetap diserang hama tersebut.