Misa Paskah Penderita Kusta dihadiri Ustad Abdul Malik, Uskup Dominikus “Ini Kesaksian yang Hidup”

Bagikan Artikel ini

Laporan Judith Lorenzo Taolin
Kefamenanu, NTTOnlinenow.com – Kehadiran Ustad Abdul Malik Ati (35) dari Mesjid An Nur, Fatubia Falas Niki – Niki kabupaten Timor Tengah Selatan dalam Perayaan Misa Paskah Kedua bagi Penderita Kusta se Dekenat Timor Tengah Utara, memberi kesan tersendiri bagi umat Paroki St.Teheresia Kefamenanu.

Yang Mulia Uskup Keuskupan Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr yang memimpin langsung Perayaan Misa Paskah Kedua, melihat kehadiran sang Ustad dengan kesaksiannya yang luar biasa merupakan suatu Kesaksian yang hidup.

“Ini rahmat Tuhan, dibalik kemelut kita ada juga pengalaman Tuhan menyapa setiap orang dengan cara dan dalam situasi yang khusus. Sang Ustad tampil sebagai suatu pelita pada Misa Paskah tahun 2018 di gereja ini, jadi titik balik dari semua kemelut yang kita hadapi. Yang mana kita tersekat – sekat oleh perbedaan Kepercayaan, Iman dan Penghayatan”, ucap Mgr Dominikus.

Ustad Abdul Malik Ati sendiri, mensyukuri penderitaanya melalui sakit kusta yan dialaminya. “Pukul 17.55 wita, saya menjalankan sholat magrib di aula Gereja St. Theresia. Setelah sholat, saya kembali ke gereja mengikuti Perayaan Misa. Saya bersyukur, saya yang muslim selama berada di dalam Panti Kusta Naob, dilayani sama dengan mereka umat Nasrani. Saya sudah menjadi bagian dari penderita lainnya, saya juga seorang penderita kusta, sehingga saya mau ikut Misa di sini. Puji Tuhan, kami semua tersolider dalam penderitaan. Dan penderitaan itulah yang menyatukan kami semua”, jelas Ustad Abdul Malik.

Ustad Abdul Malik merupakan salah satu pasien penderita Kusta yang dirawat di Panti Kusta Naob oleh para dokter dan suster selama dua tahun lebih hingga mengalami kesembuhan total. Sang Ustad yang telah sembuh dari sakit kusta ini rutin selama dua tahun berturut – turut mengikuti Misa Paskah penderita Kusta, sebagai ungkapan syukur atas kesembuhannya sekaligus menyampaikan ungkapan terimakasihnya kepada para biarawati yang telah dengan sabar merawatnya hingga sembuh.

“Saya bahagia bisa ikut Perayaan Misa Paskah khusus ini dari awal hingga akhir bersama saudara – saudara umat Nasrani. Saya baru datang dua hari di Kefamenanu dan setelah Misa nanti saya akan kembali ke Niki – Niki. Ya, saya datang khusus mengikuti perayaan Misa Kudus bersama saudara – saudara saya sesama penderita lainnya, seperti kebersamaan di tahun 2017 lalu dalam Gereja ini. Terimakasih tak terhingga saya ucapkan bagi Yang Mulia Bapak Uskup Dominikus, para dokter dan suster, Tuhan memberkati”, ungkap Ustad Malik dengan mata berkaca – kaca.

Dalam Perayaan Misa Paskah penderita Kusta yang berlangsung pada Senin (02/04), Uskup Dominikus Saku didampingi enam Imam diantaranya Rm Deken, Gerardus Salu, Rm Ary Wijaya, Rm Herman Bau Rua, Pr, Rm Okto Neno, Pr, Rm Djanu Kura Pr, dan Pater Salvator Towari SVD.

Usai diwawancarai Ustad Abdul Malik kembali berbaur dengan puluhan penderita kusta lainnya di panggung hiburan Gereja St. Theresia mengikuti acara ramah tamah bersama Uskup Dominikus Saku Pr, para Imam, biarawan biarawati dan umat Nasrani lainnya.