Awal Tahun Dolog Waingapu Salurkan 2,8 Ribu Ton Rastra di 14 Titik Distribusi

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Sejak Januari sampai dengan Maret 2018, Depot Logistik (Dolog) Sub Divisi Regional (Divre) Waingapu telah menyalurkan beras sejahtera (Rastra) untuk di distribusikan kepada penerima manfaat di Kabupaten Sumba Timur.

Kepala Sub Divre Dolog Waingapu, M.Rahdian Ilham ketika dikonfirmasi Rabu (28/3/2018) menjelaskan, sejak bulan Januari hingga Maret 2018 pihaknya telah menyalurkan beras sebanyak 2,8 ribu ton di 14 titik distribusi di Sumba Timur.

“Jadi untuk bulan Januari sampai Maret 2018 kami telah menyalurkan rastra sebanyak 2,8 ribu ton di 14 titik distribusi, umumnya para PNS di wilayah Kabupaten Sumba Timur,”kata Ilham.

Ia merincikan, dalam tiga bulan terakhir persediaan awal yakni penerimaan ditambah stok awal sebanyak 3,7 ribu ton sedangkan penyaluran di 14 titik distribusi sebanyak 2,8 ribu ton, jumlah persediaan akhir operasional (Stok fisik gudang) sebanyak 879 ton.

“Penyaluran beras ke penerima manfaat atau di masyarakat dijamin tetap terjaga seperti beras premium dan medium itu berdasarkan harga eceran tertinggi (HET) yang sudah diatur pemerintah, kita hanya melaksanakan,”ujarnya.

Menyinggung soal beras oplosan yang terjadi beberapa waktu lalu, Ilham menyatakan, Dolog dalam pendistribusian beras tentunya memperketat pengawasan penyaluran beras di semua pemerima manfaat maupun penyalur yang ada di Sumba Timur.

“Jadi tugas kami hanya mengawasi beras mulai dari pembongkaran hingga gudang selanjutnya pendistribusian beras dari gudang ke titik pendistribusian di tingkat penyalur itu sudah tanggung jawab mereka penyalur,”ungkapnya.

Menurut Ilham, sudah jelas dalam ketetuan menjadi penyalur yang bersangkutan tentu membuat komitmen bersama untuk membantu Dolog dalam menstabilkan harga di pasaran maupun menjaga kerjasama yang baik.

“Saya pikir ini sudah jelas, kalau kedapatan penyalur yang mengoplos beras silahkan laporkan ke pihak berwajib agar ditindak pelakunya,”tandasnya

Sementara sejumlah warga kota Waingapu menuturkan, persoalan beras oplosan yang diduga melibatkan seorang pengusaha berinisial HS di kota Waingapu perlu ditindak secara hukum agar jangan meresahkan masyarakat, jika pelakunya yang melakukan pengoplosan beras jangan menyalahkan penyalur lain sehingga tak meresahkan masyarakat

“Kami harap aparat hukum serius menangani persoalan ini agar masyarakat tidak dirugikan dan jangan terprovokasi oleh oknum pelaku beras oplosan yang mau merusak sejumlah penyalur-penyalur lain di Sumba Timur,”terang warga