Tim Pengawasan Orang Asing Tingkatkan Pengawasan Lalu Lintas Orang Asing di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Dalam rangka meningkatkan pengawasan terhadap lalu lintas orang asing di wilayah Kabupaten Belu, Imigrasi Kelas II Atambua menggelar rapat Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) Belu, Jumat (23/3/2018).

Kepala Imigrasi Kls II Atambua Azwar Anas mengatakan, pengawasan orang asing dalam rangka meningkatkan ketertiban lalu lintas orang di perbatasan baik yang masuk maupun keluar.

“Kehadiran tim pora bukan sebagai penghambat pembangunan. Namun memperlancar pembangunan dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing dari setiap instansi yang tergabung dalam tim pora,” ujar dia dalam sambutannya.

Anas berharap dengan adanya tim pora pelaksanaan pengawasan Keimgrasian yang berhubungan dengan orang dan dokumen di wilayah perbatasan Belu dapat ditingkatkan lagi pencapaiannya.

Lanjut dia, salah satu keberhasilan tim pora yakni dengan mendeportasi warga negara nepal pada beberapa waktu lalu dan beberapa warga negara Timor Leste yang sehabis melaksanakan kegiatan pengukuhan bela diri di wilayah Belu.

“Dengan tim pora ini mari kita tingkatkan sinergitas dengan saling koordinasi, saling mendukung dan saling membantu satu sama lain dalam meningkatkan suatu hubungan yang harmonis,” pinta Anas.

Sementara itu dalam paparan Kasi Wasdakin Imigrasi Atambua Yehezkiel Djami mengatakan, tata kerja dan prinsip dasar tim pora adalah tim pora dilakukan tanpa mengurangi tugas, fungsi dan wewenang masing-masing badan atau instansi.

Dituturkan, permasalahan orang asing yang berada di wilayah Belu adalah maraknya pelintas ilegal dengan berbagai macam faktor pendukung diantaranya banyaknya jalur tidak resmi, tidak memiliki dokumen perjalanan, overstay merupakan jalur transit.

“Yang melakukan pengawasan orang asing adalah Custom Imigration Quarantine (CIQ). Karena CIQ berada di jalur darat, udara dan laut dan merupakan pemangku kepentingan utama dalam pelaksanaan pengawasan orang, barang, tanaman/hewan,” ujar dia.

Kesempatan itu Kepala Disdukcapil Belu, Wilibrodus Leto dalam sesi dialog berharap kepada Imigarsi untuk memberikan informasi tentang keberadaan orang asing yang berada di wilayah Belu.

Sehingga jelas dia, dalam penerbitan dokumen dapat sesuai dengan identitas yang sah sehingga kami dari pihak Dinas lebih dapat dengan teliti mengetahui masyarakat yang akan mengurus KTP maupun KK

Tambah Kaban Kesbangpol Belu, Domi Mali mengatakan, untuk sinergitas dalam pengawasan orang asing agar tim pora melakukan sweping bersama di titik-titik yang mayoritas warga baru. Sebab pasti banyak keluarga mereka yang datang dan diantisipasi juga pada saat ada kegiatan-kegiatan bela diri PSHT banyak sekali warga dari negara Timor Leste yang tidak memiliki dokumen lengkap yang masuk ke wilayah Indonesia.

Rapat yang berlangsung di Kantor Imigrasi Atambua dihadiri, Kepala Administrasi Umum BNPP PLBN Motaain, Anggota BIN Kabupaten Belu, Kajari Belu, Kasi Intel Kejari Belu, Danki Pos PLBN Motaain Satgas Yonif 743/Psy, Dan Unit Inteldim 1605/Belu, Pejabat mewakili Bea dan Cukai Atambua dan Karantina Kesehatan.