Tiga Bulan Tenaga Kontrak di Sat Pol PP Belu Belum Terima Gaji

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Tiga bulan sudah para tenaga kontrak (teko) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Belu belum menerima gaji.

Kepada wartawan, Kamis (22/3/2018)Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Belu, Theodorus Seran Tefa menyampaikan, kondisi tersebut menimbulkan keprihatinan.

“Ini artinya tiga bulan mereka para teko mau kasi makan anak istri pakai apa,” ujar Theodorus.

Politis partai Golkar itu juga mempertanyakan pakah rekrutmen teko dengan jalur psikotes dapat menghambat penerimaan hak mereka yang sekama ini telah mengabdi. “Nasib teko di Kantor Satpol PP saat ini tidak jelas,” ucap Theodorus.

Dia menuturkan, psikotes tidak bisa dilakukan, karena tidak ada pos yang dianggarakan dalam APBD tahun 2018. Selain persoalan gaji teko Satpol PP yang belum menerima selama tiga bulan, diharapkan masalah teko yang ditempatkan di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus diselesaikan hingga tuntas.

“Kedepan kita akan mengundang Pemerintah untuk rapat, agar bisa temukan solusi yang tepat guna penyelesaian masalah teko,” kata Theodorus.

Sementara itu, Ketua Komisi I, Marthin Naibuti mengungkapkan, Dewan mempunyai perhatian terhadap masalah teko di OPD Belu yang sedang bermasalah.

“Dewan adalah lembaga sehingga akan fokus dalam penanganan masalah apa saja yang berkaitan dengan kepentingan banyak orang termasuk masalah teko saat ini,” sebut Naibuti.

Terpisah, Anggota Dewan Rudy Bouk mengatakan, komisi terkait telah berikan rekomendasikan kepada Pemerintah terkait teko. Saat ini menunggu tanggapan Pemerintah melalui surat resmi atas rekomendasi itu.
“Kita tunggu saja penjelasan Pemerintah seperti apa. Kalau ada atau tidak tanggapan kita tetap tindaklanjuti,” tandas anggota Fraksi PAN itu.

Senada diungkapkan Anggota Fraksi PAN lain, Yane Bone yang prihatin dengan nasib teko di Sat Pol PP yang belum terima gaji selama tiga bulan. “Pendapat saya mirip dengan anggota Dewan lain. Teko yang belum terima gaji perlu diperhatikan, supaya mereka tetap kerja dengan baik,” ucap Bone.

Untuk diketahui, beberapa waktu lalu 46 teko di beberapa OPD dihentikan tanpa kajian yang matang. Padahal, beberapa teko sudah mengabdi belasan bahkan puluhan tahun.

Lebih miris ada teko lain yang diangkat secara mendadak tanpa melalui prosedur yang hanya melalui telpon oleh salah satu Pimpinan OPD Belu. Tidak saja itu, masalah lain penempatan teko yang tidak mempertimbangkan kebutuhan sehubungan dengan beban kerja.