Terkait Santunan BPJS Bagi Warga Tidak Mampu, Dinkes Menunggu Data Dinsos

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kupang, dr.Ari Wijana mengaku, rencana pemerintah Kota Kupang memberikan jaminan kesehatan (BPJS) bagi warga miskin di Kota Kupang masih mengalami hambatan. hal ini disebabkan pihak dinkes belum mendapatkan data secara keseluruhan calon penerima bantuan tersebut.

“Kami masih menunggu data verifikasi warga miskin dari Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kupang. Proses verifikasi warga miskin sebagai penerima kartu jaminan kesehatan dilakukan oleh Dinas Sosial,” Kata Ari Wijana kepada wartawan.

Ari mengatakan, sesuai informasi yang didapat, dari 51 kelurahan yang ada, baru 28 kelurahan yang sudah selesai masukan data warga miskin penerima bantuan.

“Selain itu, pemerintah kota juga masih menunggu hasil kredensial (prosea evaluasi) antara BPJS dan RS Siloam. Karena selama tiga bulan adanya pemutusan kerjasama, maka sekarang lagi dilakukan pengecekan ulang apa sudah memenuhi syarat dalam mengajikan kerjasama kembali antara BPJS dan RS Siloam,” jelas Ari.

Untuk itu, menurutnya, jika hal tersebut sudah selesai, pihaknya akan mendorong untuk diintegrasikan warga miskin.Karena bagaimana pun, lanjut Ari sudah ada edaran dari Kemendagri bahwa kedepannya yang ditanggung oleh negara adalah orang miskin baik melalui APBN maupun APBD.

Oleh karena itu, harap Ari guna proses verifikasi dapat dipercepat terutama ditingkat kelurahan guna benar-benar data warga miskin adalah data rill.

“Kami berharap proses verifikasi dapat dipercepat, karena secara anggaran sudah siap yakni melalui kode rekening yang ada di dinas sebesar Rp.8 milliar yang nantinya akan dipakai untuk BPJS, pelayanan E-KTP dan Jamkesda.Sehingga jika kurang maka dapat ajukan tambahan anggarannya di perubahan nantinya,” jelas Ari.

Ari mengaku, pada tahun 2017 anggaran yang dipakai untuk kegiatan pelayanan kesehatan bagi warga miskin sebesar Rp. 18 milliar, sedangkan anggaran yang ada baru Rp.8 milliar.Sedangkan saat ini Silpa yang dimiliki ada Rp.4 milliar, maka jika anggarannya kurang dapat diminta tambah.

 

 

 

 

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*