Digoyang Isu Diskualifikasi, Pendukung Jadikan Semangat Baru Menangkan MS-EMI

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, Marianus Sae- Emiliana Julia Nomleni (MS-EMI) tengah diterpa isu diskualifikasi. Beredar kabar paslon nomor urut 2 (dua) itu didiskualifikasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) dari ajang Pilgub NTT 2018.

Menghadapi isu tersebut, partai pengusung MS-EMI yang juga dikenal dengan nama Paket Marhaen, yakni Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan semakin solid dalam semangat perjuangan untuk bangkit dan memenangkan Paket Marhaen di Pilgub NTT Juni mendatang.

Ketua DPW PKB NTT, Yucun Lepa menyatakan rumor tak sedap yang dihembuskan bahwa MS-EMI didiskualifikasi oleh KPU NTT dari ajang Pilgub NTT adalah isu murahan yang sengaja dimainkan oleh lawan politik.

“Dengan adanya isu murahan ini, justru menjadi energi baru yang dapat meningkatkan soliditas dan semangat dari partai maupun pendukung untuk memenangkan MS-EMI di ajang Pilgub ini,” kata Yucun kepada NTTOnline di Kupang, Selasa (19/3/2018).

Yucun menegaskan, meskipun ada pihak-pihak tertentu yang sengaja menghembuskan rumor tersebut dengan tujuan menjatuhkan paslon yang diusung tersebut, pihaknya sama sekali tidak gentar sedikit pun. Karena ketika ditetapkan oleh KPU, maka keempat paslon itu memiliki kesempatan dan peluang yang sama.

“Sekarang tinggal bagaimana kerja kita untuk memenangkan paslon yang diusung, bukan saja personal tetapi duet kepemimpinan ini bisa memenangkan kepemimpinan dalam pilkada gubernur NTT ini,” tegasnya.

Anggota DPRD NTT ini juga yakin pasangan MS-EMI bisa merebut kemenangan itu, karena dukungan masyarakat NTT cukup kuat terhadap pasangan tersebut. Hal ini juga menjadi komitmen koalisi partai antara PKB dan PDIP.

“Koalisi PKB dan PDIP bukan merupakan koalisi baru di NTT, karena koalisi yang sama juga dibangun di Jawa Timur. Bahkan saya punya keyakinan bahwa koalisi ini, kebersamaan ini akan dibangun sampai pada Pilpres 2019 mendatang. Karena itu kami tidak merasa sendirian, dan kami yakin menang,” tandasnya.

Ketua Tim Pemenangan Koalisi PDIP dan PKB, Viktor Mado Watun mengatakan, dalam politik selalu ada badai menerpa. Namun ketenangan dan kekompakan menjadi salah satu kunci sukses meraih kemenangan. Karena itu, tim relawan Paket Marhaen terus membangun soliditas dan kekompakan dalam perjuangan memenangkan paslon yang diusung itu.

“Kampanye putaran pertama sudah kita dilewati, dan saya pastikan jika pemilihan ini dilakukan dua minggu lagi maka Paket Marhaen yang akan memenangkan kontestasi pilgub NTT kali ini,” ujarnya.

Viktor juga mengungkapkan, bahwa tidak saja isu atau rumor yang beredar bahwa Paket Marhaen didiskualifikasi dari ajang pilgub, tetapi banyak pula godaan dari berbagai pihak terhadap calon wakil gubernur Emi Nomleni, dan juga tim pemenangan Paket Marhaen agar tidak usah berjuang lagi, dengan diimingi sejumlah uang.

“Kami ditawari sejumlah uang agar tidak usah bekerja lagi memenangkan paket ini, tetapi kami sudah satu tekad dalam komitmen bersama, bahwa apa pun yang terjadi kami tetap berjuang hingga akhir pertandingan,” ujarnya.

 

 

 

 

 

 

 

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*