Livingstone Ratu Kadja Persoalkan Oknum Yang Mencari Keuntungan Dari Isu Rasionalisasi PTT‎

Bagikan Artikel ini

Laporan Nyongki Mauleti
Kupang, NTTOnlinenow.com – Isu wacana rasionalisasi tenaga PTT dilingkup Pemerintah Kota Kupang belum lama ini, ternyata dimanfaatkan oleh oknum-oknum tertentu yang mengaku Tim sukses untuk mencari keuntungan. Para oknum-oknum itu mendatangi para PTT dan mengancam akan diberhentikan.

Mereka umumnya masuk keluar rumah para PTT dan bertindak sebagai penyelamat. Upaya mereka sepertinya ingin mengambil keuntungan dari kegalauan para PTT yang takut diberhentikan. Terhadap masalah itu, banyak pengaduan masuk ke DPRD Kota Kupang. ‎

Menyikapi pengaduan tersebut, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Kupang, Livingstone Ratu Kadja meminta para PTT jangan terpengaruh dengan ulah oknum-oknum yang mengancam mereka, sebab pemerintah tidak akan melakukan rasionalisasi PTT. Rasionalisasi hanya akan dilakukan pada 57 orang yang berdasarkan evaluasi pemerintah.

“Memang ada 57 PTT yang dirasionalisasi berdasarkan data yang dimasukan. Hanya saja yang dirasionalisasi bukan PTT aktif yang diberhentikan, tetapi para dokter yang telah mengundurkan sebagai PTT dilingkup pemkot Kupang,” kata Livingstone Ratu Kadja.

Ratu Kadja $engaku, terkait adanya laporan masyarakat, bahwa ada oknum yang masuk rumah ke rumah yang berlaku sebagai malaikat penyelamat terhadap nasib Pegawai Tidak Tetap (PTT), harus ditelusuri pemerintah agar tidak meresahkan para PTT. Apalagi kalau mereka mencari keuntungan dengan menakut-nakuti para PTT. Untuk itu pemerintah diminta menelusuri siapa-siapa saja yang memainkan peran itu agar bisa dilaporkan ke pihak yang berwajib.

Pada kesempatan itu, Livingstone juga meminta kepada para PTT untuk tidak percaya terhadap ancaman dari para oknum-oknum yang mengancam akan ada rasionilasis PTT, sebab pemerintah dan DPRD telah menyepakati anggaran untuk para PTT yang berjumlah 1672, dan tidak ada rasionalisasi seperti yang mereka sampaikan.

“Semuanya sudah selesai di bahas bersama DPRD dan pemerintah kota dalam paripurna yang didalamnya termasuk anggarannya untuk 1672 PTT. Jadi tidak ada rasionalisasi. Kalau ada oknum-oknum yang mengancam segera dilaporkan,” katanya.