SMF dan Cagamas Malaysia Jalin Kerjasama Terkait Pembiayaan Perumahan

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – PT. Sarana Multigriya Finansial (Persero), melakukan penandatanganan kerjasama dengan Cagamas, Malaysia terkait Penelitian dan Program di Bidang Pembiayaan Perumahan, pada Senin (19/3/2018) di Yogyakrta.

Rilis yang diterima NTTOnline menyebutkan, penandatanganan MoU tersebut dilakukan langsung oleh Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo, dan Presiden/CEO Cagamas, Datuk Chung Chee Leong. Hadir dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Manajemen SMF dan Cagamas, serta Direktur Jenderal Kekayaan Negara, Kementerian Keuangan RI, Isa Rachmatarwata serta Jajaran Kementerian Keuangan RI dan Kementerian PUPR, serta undangan lainnya.

Direktur Utama SMF, Ananta Wiyogo dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama ini merupakan upaya nyata sinergi kedua belah pihak dalam rangka kerjasama antara anggota Asian Secondary Mortgage Market Association (ASMMA), khususnya dalam pengembangan pasar pembiayaan perumahan.

“Adanya kerjasama ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dan dasar bagi kedua belah pihak dalam melakukan kerjasama, penelitian, berbagi informasi, berbagi pengetahuan, yang berkaitan erat dengan pembiayaan perumahan,” ucap Ananta.

Senada dengan itu Presiden/CEO Cagamas, Datuk Chung Chee Leong, menyambut baik jalinan kerjasama antara Cagamas dengan SMF, dimana SMF adalah perusahaan milik pemerintah, dan Cagamas dimiliki secara tidak lansung oleh Bank Negara Malaysia dan berbagai lembaga keuangan di Malaysia, dengan peran mengembangkan pasar pembiayaan sekunder perumahan.

Rencananya kerjasama antara SMF dan Cagamas ini akan berlangsung selama satu tahun. Dalam kerjasama ini baik SMF maupun Cagamas, akan melakukan eksplorasi solusi, pertukaran informasi kebijakan.

Penelitian ini juga terkait dengan 7 hal, yaitu pertama, Instrumen Keuangan yang dapat meningkatkan stabilitas pasar pembiayaan perumahan. Kedua, Efek Beragun Perumahan (MBS) dan instrumen pendanaan lainnya untuk meningkatkan arus dana dari pasar modal ke pasar perumahan.

Ketiga adalah pemantauan harga perumahan serta implikasinya terhadap pembiayaan perumahan. Keempat adalah manajemen risiko yang menjamin kesehatan pasar MBS. Yang kelima adalah keuangan Islam dan kerangka peraturan dan pengawasannya yang memfasilitasi kerjasama lintas batas.

Keenam adalah perbandingan pembiayaan perumahan dan aktivitas investor di Indonesia dan Malaysia. Ketujuh adalah mengidentifikasi dan mengurangi hambatan untuk investor swasta maupun publik dalam investasi mereka dalam sekuritas yang dikeluarkan oleh perusahaan pembiayaan sekunder perumahan.

Ananta berharap penandatanganan kerjasama ini dapat lebih meningkatkan sinergi kedua belah pihak dalam memfasilitasi pengembangan Pasar Pembiayaan Perumahan di kedua negara, dan meningkatkan kemampuan serta pengetahuan personil di kedua belah pihak.

“Kami optimis bahwa ke depannya sinergi ini, selain dapat lebih mempererat hubungan kekeluargaan kedua belah pihak, juga dapat menjadi kontribusi dalam pertumbuhan pasar pembiayaan sekunder perumahan di masing-masing negara dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia,” ujar Ananta.

 

Share Button

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*