RSUD Atambua Klarifikasi Penolakan Pasien Peserta KIS

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Terkait kasus pasien peserta JKN KIS yang ditolak pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mgr. Gabriel Manek Atambua akhirnya angkat bicara.

Dalam klarifikasi bersama pihak BPJS Cabang Atambua, Senin (12/3/2018) kemarin di Kantor BPJS melalui Kabid Pelayanan RSUD Petrus Bere menuturkan, sempat terjadi penolakan pasien atas nama Erik lantaran terjadi perdebatan antara petugas medis yang saat itu bertugas dengan orang tua Erik yang disebabkan karena kepanikan orang tua pasien.

Jelas Bere, insiden penolakan pasien terjadi lantaran tidak semua Dokter memiliki kompetensi yang sama dalam menangani pasien. Untuk menentukan status pasien emergensi atau tidak, butuh assesment yang tidak singkat, tapi harus melalui prosedur yang panjang.

“Sebelum ditolak, tapi pasiennya sudah jalani perawatan sejak kemarin dan hasil pantauan kondisinya sudah mulai pulih,” terang dia kepada awak media.

Dikatakan, kejadian tersebut hanyalah miss komunikasi antara petugas medis dengan orang tua. Namun, hal itu sudah diselesaikan secara kekeluargaan antar dua pihak.

Lanjut Bere, atas kejadian itu pihak rumah sakit menyampaikan permohonan maaf kepada pihak keluarga dan telah dimaafkan. “Kami dan keluarga pasien sudah saling memaafkan. Kritik ini menjadi bahan masukan agar pelayanan menjadi lebih baik kedepannya,” ujar dia.

Diharapkan, kerja sama dari semua pihak termasuk BPJS agar rutin memberikan sosialisasi terkait sistim pelayanan JKN-KIS sehingga masyarakat paham soal alur pelayanan dan mekanisme rujukan sesuai Permenkes 28 tahun 2014.

“Persoalaa yang sering ditemui dalam pelayanan selama ini ada pasien yang belum paham soal mekanisme rujukan. Kita harapkan juga dengan teguran ini ada perubahan sehingga image rumah sakit menjadi lebih baik,” kata Bere.

Kesempatan itu, Kepala BPJS Cabang Atambua M.Idar Ariesmunandar, mengatakan bahwa BPJS sebagai penjamin pelayanan kesehatan JKN-KIS sudah secara rutin selama tiga tahun melakukan sosialisasi terkait pelayanan JKN-KIS.

“Tapi sampai dengan saat ini, belum semua warga memiliki pemahaman. Karena itu dibutuhkan dukungan dan kerja sama dari semua stakeholder,” ucap Idar.

Untuk diketahui, sebelumnya
pasien peserta KIS Erik Morales Franciskus Nahak (10) warga RT 04, RW 02 Nenuk, Desa Naekasa, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu di ditolak pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Atambua yang membutuhkan pelayanan kesehatan.

Alasan penolakan karena tidak sertakan surat rujukan dan pihak rumah sakit tetap meminta ada rujukan dari pelayanan kesehatan dimana pasien berdomisili. Namun selang beberapa beberapa jam kemudian akhirnya pasien menjalani perawatan hingga saat ini.