PMKRI Atambua Soroti Maraknya Perjudian di Belu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Perjudian jenis bola guling (BG), kupon putih (KP) dan sabung ayam di Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste marak terjadi.

Terhadap kasus perjudian tersebut organisasi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) Cabang Atambua St.Yohanes Paulus II angkat bicara.

Ketua PMKRI Cabang Atambua, Remigius Bere kepada awak media, Senin (12/3/2018) mengatakan, salah satu soal yang penting yang dihadapi warga Belu sebagai daerah perbatasan yaitu maraknya perjudian.

Kasus ini yang kian mengerucut hingga menembus pada sendi-sendi kehidupan masyarakat serta menguasai seluruh mata pencaharian lokal di wilayah Belu.

Perjudian itu jelas dia, dapat membawa warga ke ranah kehancuran dan berpotensi terhadap minimnya kesadaran masyarakat dalam bekerja yang dapat mengakibatkan kemiskinan.

Terhadap hal itu, sampai dengan saat ini Pemerintah Kabupaten Belu serta aparat penegak hukum (Kelolisian) tidak bertindak untuk mengatasi persoalan sosial masyarakat yang kian marak.

Setelah dilihat dan dikaji jelas Bere, semakin maraknya perjudian di Belu ternyata diduga ada penyusupan oknum-oknum dari pihak keamanan yang secara langsung mendukung aktivitas illegal itu.

Aktivis muda yang melanjutkan studi di STISIP Atambua itu menuturkan bahwa, terkait maraknya perjudian di Belu sudah pernah dihimbau Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku, Pr tetapi hingga hari ini praktek perjudian itu masih berlangsung.