Dirjen IKM Kemenperin Janjikan IKM di Daerah Masuk E-Smart

Bagikan Artikel ini

Laporan Alvaro Saputra
Labuan Bajo, NTTOnlinenow.com-Belum lama ini, Direktur Jendral Industri Kecil Menengah ( Dirjen IKM), Gati Wibawaningsih, kunjungi sejumlah kelompok IKM di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, NTT didampingi bersama Wakil Bupati Manggarai Barat, Maria Geong.

Dalam sambutannya, Wabup Maria Geong mengatakan, semangat masyarakat terhadap IKM ini cukup tinggi, tetapi yang menjadi kendala adalah pasaran.

Tantangan lainnya terkait pasaran ini adalah terhadap motif, dimana motif khas tenunan daerah ini di produksi dengan mudah melalui pabrik dengan harga yang mudah terjangkau, sehingga menyebabkan penurunan minat pembeli kain tenunan asli daerah.

Karena itu, Ia meminta kepada pemerintah pusat agar memperhatikan hal tersebut.

Maria juga menyebutkan, hasil kerajinan masyarakat ini sebenarnya terlalu banyak dan telah diwariskan secara turun temurun oleh nenek moyang. Diantaranya, selain kain tenun ikat, ada aksesoris, kerajinan pahat, anyaman, dan pangan local, namun semunya terkendala pada pasaran.

Semebtara itu, kunjungan Dirjen IKM, Gati Wibawaningsih kali ini sekaligus mengahadiri rapat koordinasi (Rakor) bersama seluruh para kepala dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Se Indonesia di Hotel Jayakarta Labuan Bajo.

Kepada wartawan, Gati mengatakan, sengaja mengadakan Rakor di NTT, karena untuk menggerakan perekonomian daerah dengan melibatkan seluruh para Kepala Dinas Se Indonesia.

Gati mengakui bahwa hasil produksi masyarakat NTT saat ini sudah bagus, tetapi masih perlu mendapat sentuhan yang lebih professional lagi, seperti gula semut salah satunya, hanya saja kemasannya masih kurang menarik, katanya.

Namun yang masih menjadi kendalah adalah minimnya pasaran. Karenanya, Ia meminta kepada pihak terkait agar mencarikan space di airport untuk memasarkan hasil produksi IKM dimaksud.

Menurutnya pula, pihaknya ada program E-Smart IKM. Karena itu, Ia berjanji hasil produksi IKM ini nantinya akan dimasukan kedalam program tersebut sehingga dapat dipasarkan melalui online. Tetapi yang paling penting, kata dia, adalah jaringan internetnya bagus.

Gati berencana akan berkoordinasi dengan pihak terkait lainnya, seperti Kemenkominfo terkait jaringan internet di daerah.

“Kita ada program E-Smart IKM. Yang terpenting jaringannya bagus, karena penjualan melalui online itu jauh lebih mudah dan bisa menaikan omset sebesar tujuh kali lipat,” terang Gati.

Menurutnya, pemasaran online ini jauh lebih efisien, ekonomis dan efektif.

“Kita tidak perlu lagi space, tidak perlu biaya dan tidak perlu dijaga,” ujarnya.

Dirjen Gati, juga memberikan apresiasi kepada Pemkab Mabar khususnya karena telah menjadikan kain katun tenunan daerah ini sebagai seragam.

“Saya benar-benar apresiasi terhadap penerintah daerah, karena bupati sudah menginstruksikan daerah untuk mewajibkan kain katun tenunan daerah menjadikan seragam,” ungkapnya.

Ia juga berjanji pemerintah pusat akan membantu pelatihannya, apabila pememerintah daerahnya konsen terhadap IKM ini.

“Mereka ini kita harus bantu untuk pelatihnnya tetapi kalau pemerintah daerahnya konsen terhadap pengembangan IKM ini,” tambahnya.