Hari Perempuan International, Momen Kebangkitan Kaum Perempuan

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Perempuan merupakan tokoh sentral yang memiliki kemampuan dan kapasitas yang luar biasa dalam membentuk karakter bangsa. Kemampuan ini tentunya memerlukan pondasi yang kuat serta rasa percaya diri yang tinggi.

Demikian sambutan Bupati Belu yang disampaikan Sekda Belu Petrus Bere dalam peringatan Internasional Women’s Day (hari perempuan sedunia), Kamis (8/3/2018) di taman kota Atambua, Belu wilayah Timor Barat.

Dikatakan, dengan kemampuan inilah yang mendasari perempuan-perempuan hebat Kabupaten Belu dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, sehingga mampu memberikan perubahan tatanan kehidupan masyarakat, terutama yang terkait dengan posisi kaum perempuan.

“Atas perjuangan hak-hak perempuan itulah, kini terlihat perempuan-perempuan hebat Indonesia dan khusus di kabupaten Belu tidak hanya berprofesi sebagai ibu rumah tangga tetapi juga ikut berpartisipasi dalam memberi warna kehidupan masyarakat dengan berbagai kegiatan pembangunan dan sosial,” ujar Bere.

Dijelaskan, berbicara posisi kaum perempuan, berarti kita bicara tentang kesetaraan gender atau persamaan hak antara laki-laki dan perempuan. Namun kenyataannya masih adanya pemahaman yang keliru bahwa kebebasan dan kesetaraan gender itu mengharuskan perempuan beraktivitas di luar rumah.

Oleh karena itu, dibutuhkan kearifan dari kita semua untuk memberikan pemahaman dalam konteks yang lebih luas tentang tugas seorang perempuan secara kodrati, yang dimulai dari bagaimana memaksimalkan kemampuan perempuan dalam pembentukan karakter hingga mempersiapkan anggota keluarga ketika keluar rumah untuk bersosialisasi dalam masyarakat.

Lanjut Bere, kaitan dengan pembangunan di Kabupaten Belu khususnya pemberdayaan perempuan, banyak program pembangunan yang harus menjadi fokus dan membutuhkan partisipasi dari kaum perempuan untuk menjadi penggerak.

Diantaranya, bagaimana upaya untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, menurunkan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), Pendidikan Dasar Sembilan Tahun, mendukung kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, keikutsertaan perempuan dalam memastikan kelestarian lingkungan hidup, meminimalisir kekerasan terhadap perempuan dan anak, meningkatkan kualitas hidup keluarga dan lain sebagainya.

“Kita semua tentu berharap, peringatan Hari Perempuan International tahun ini dapat menjadi momen kebangkitan kaum perempuan, untuk ikut berpartisipasi dan berusaha memberikan yang terbaik bagi kemajuan pembangunan di Kabupaten Belu tercinta ini,” pinta Bere.

Masih menurut dia, untuk memperingati Hari Perempuan Internasional Tahun ini, telah dilakukan berbagai kegiatan berupa kampanye tentang Stop Kekerasan Terhadap Perempuan, Perlindungan Kesehatan Reproduksi Perempuan berupa Inspeksi Visual Asetat (NA) sekaligus penyerahan Kartu Identitas Pedagang Pasar Perempuan (KIPP), Peresmian Ruang Laktasi / menyusui sekaligus pemeriksaan gratis IVA bertempat di salah satu ruangan dalam kompleks Pasar Baru Atambua, Sabtu kemarin.

“Terima kasih kepada para perempuan hebat dan laki laki luar biasa yang hadir dan telah bersama sama para perempuan hebat yang berupaya menyiapkan perayaan peringatan Hari Perempuan Internasional (HPI) pada hari ini,” kata Bere.

Kegiatan bertajuk peran perempuan penting dalam menciptakan perdamaian dan menolak bentuk kekerasam terhadap perempuan terselenggara atas kerja sama Pemkab Belu, Mampu, PPSE-KA, P2TP2A, FPPA serta beberapa lembaga lain.