Pembinaan Netralitas TNI, Dandim Belu Ingatkan Anggota Netral Dalam Pemilu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Jelang Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi NTT 27 Juni mendatang, Kodim 1605/Belu menggelar kegiatan pembinaan netralitas TNI triwulan I TA. 2018, Selasa (6/3/2018).

Kegiatan yang berlangsung di aula Darma Andika Makodim Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-RDTL dihadiri Dandim 1605/Belu, Kasdim 1605/Belu, para Danramil, para Perwira Staf Kodim, Anggota/PNS militer Kodim Belu, Subdenpom Atambua, Yonif RK 744/SYB, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda.

Dandim 1605/Belu Letkol Czi Gusti Putu Dwika mengemukakan, sebagai anggota TNI diminta untuk melaksanakan perbantuan kepada Polri selama pelaksanaan Pilkada NTT di wilayah Belu dan Malaka.

“Harus waspadai perkembangan situasi serta melaksanakan temu cepat lapor cepat secara hierarki apabila ada kegiatan yang berindikasi menghambat, mengganggu atau menggagalkan pemilu/pemilukada,” pesan dia.

Dwika ingatkan, TNI tidak berpihak pada salah satu dan tidak terlibat pada politik praktis oleh karna itu agar menghindari tindakan yang merugikan diri pribadi, keluarga serta menurunkan citra TNI di masyarakat.

Lanjut dia, para Danramil menggerakan Babinsanya untuk memantau selama pelaksanaan pilkada dan dilaporkan sesuai dengan jangka waktu tertentu namun tetap berpegang pada pedoman netralitas TNI

Diminta anggota tetap menjaga soliditas TNI dalam menjaga keutuhan NKRI. Oleh karena itu anggota TNI tidak boleh menjadi anggota KPU, Panwaslu, anggota PPK, PPS dan KPPS.

“Tidak boleh menjadi panitia pendaftaran pemilih, tidak boleh menjadi tim sukses, tidak boleh memobilisir semua organisasi sosial, keamanan dan ekonomi untuk kepentingan parpol tertentu,” tegas Dwika.

Dikatakan, khusus untuk PNS TNI wajib terdaftar sebagai pemilih dan menggunakan hak memilihnya. Namun anggota tidak boleh terlibat di dalam kegiatan kampanye.

Diingatkan lagi, bahwa prajurit TNI dilarang untuk memberikan komentar dalam penggunaan sosmed yang berbau pemilu/pemilukada, menyimpan atau menempel dokumen, atribut yang menggambarkan identitas peserta pemilu.

“Anggota berada di arena kira-kira 100 meter dari TPS. Terlibat dalam kegiatan pemilu dalam bentuk apapun diluar tugas dan fungsi TNI,” tekan Dwika.

Kegiatan mengangkat tajuk, melalui pembinaan netralitas TNI dalam pemilu/pemilukada kita wujudkan prajurit yang profesional, tidak berpolitik praktis, netral dan tidak berpihak demi suksesnya penyelenggaran pemilu/pemilukada di seluruh wilayah NKRI.