Darurat TKI: Malaysia Minta Aliansi Persada Indonesia Bongkar Tuntas Human Trafficking

Bagikan Artikel ini

Laporan Peppy Wuda
Jakarta, NTTOnlinenow.com – Pemerintah Malaysia, melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Malaysia di Jakarta, mendukung setiap aksi Aliansi Persada Indonesia (Perhimpunan Satu Darah Indonesia) dalam upaya membongkar tuntas kasus human trafficking (Perdagangan Manusia), kasus yang sangat kompleks dan sulit dibongkar.

Dalam audensi dengan 10 Perwakilan aliansi Persada Indonesia pada Senin (5/3), Pemerintah Malaysia mengakui bahwa modus-modus perdagangan manusia (Human Trafficking) marak terjadi di kedua negara, Malaysia dan Indonesia. Oleh karenanya, pemerintah Malaysia melalui atase Bidang Politik Abdilbar, meminta peran serta masyarakat Indonesia.

“Jika masyarakat menemukan indikasi dan jaringan sindikat perdagangan orang (human trafficking), segera melaporkan ke aparat berwenang, juga bisa melaporkan langsung ke saluran kedubes Malaysia di nomor 0215224947. Pihak kedubes Malaysia menjamin akan segera memproses dan melanjutkan laporan yang masuk ke kepolisian Indonesia dan polisi Diraja Malaysia,” tulis siaran pers Aliansi Persada Indonesia yang diterima redaksi hari ini.

Yohanes Gore, Ketua Persada Indonesia, menegaskan Aliansi Persada Indonesia bertekad mengusut kasus human trafficking, yang mengakibatkan korban TKI meninggal hingga 147 orang, hingga tuntas. Aliansi ini juga mendesak pemerintah pusat segera berlakukan moratorium TKI.

Menurut Yohanes Gore, Kedubes Malaysia dan pemerintah Indonesia melalui Kemenaker akan melakukan pertemuan tanggal 24 April 2018 membahas mekanisme baru sekaligus menyepakati SOP baru terkait penanganan pencegahan dan penindakan terhadap segala bentuk modus-modus perdagangan manusia.

Persada Indonesia diminta memberi masukan dan usulan melalui Menteri Tenaga Kerja untuk mencegah persoalan-persoalan tersebut diatas, ujar Abdilbar saat audiensi dengan Persada Indonesia Senin lalu.

Yohanes Gore menandaskan bahwa poin-poin yang dihasilkan saat delegasi Persada Indonesia menemui Kedubes Malaysia akan segera dibahas untuk dilanjutkan pembicaraan dengan Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) bersama 47 aliansi yang tergabung didalamnya.

Untuk diketahui, Pemerintah Malaysia dan Indonesia telah sepakat untuk memperketat pengawasan militer di perbatasan-perbatasan yang selama ini menjadi jalur lalu lintas para sindikat perdangan orang. Saat ini telah ditambahkan 5 pos militer bersama menjadi 9 pos dari sebelumnya sebanyak 4 pos.

Data yang diperoleh pemerintah Malaysia, dari ratusan ribu pekerja tak resmi di Malaysia, sekitar 5000 diantaranya berasal dari NTT yang tidak berdokumen.

Berikut, nama-nama 10 Perwakilan aliansi Persada Indonesia yang melakukan audensi dengan Kedubes Malaysia di Jakarta pada Senin lalu.

1. Yohanes Gore, Ketua Umum Persada Indonesia
2. Muchtar Pakpahan, Ketua Umum Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI)
3. Wilfrid Yons Ebiet, Sekretaris Jenderal Persada Indonesia
4. Vincent Wangge, Ketua Umum Federasi Media Informatika dan Grafika (FMIG)
5. Thomas Aquino, Perwakilan dari SBSI 92
6. Gabriel Goa, Padma Indonesia
7. Alex Adu, Bidang Hukum dan Advokasi Persada Indonesia
8. Yosef Daok, utusan dari Forum Komunikasi Putra-Putri (FKPP-NTT) Provinsi Banten
9. Ida Bakri, Bidang Kesetaraan Jender SBSI
10. Marlin Bato, Sekjen Gerakan Patriot Muda NTT (Garda NTT)