Pria Parubaya Ditemukan Meninggal Dunia di Lubang Batu

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Warga Dualasi Raiulun, dihebohkan dengan temuan sesosok mayat di dalam lubang batu. Korban diketahui bernama Dafid Siri (71) warga Liaasu, Dusun Fatumutin, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu,Timor Barat wilayah perbatasan RI-Timor Leste.

Korban ditemukan, Jumat (23/2/2018) sekitar pukul 20.00 Wita oleh Isterinya Katarina Bita bersama dua warga Selestina Rouk dan Sebastiana Mako sudah tidak bernyawa di kebun korban yang jaraknya tidak jauh dari rumahnya.

Demikian hal itu diungkapkan Kapolres Belu melalui Kasat Reskrim, Iptu Jemy Noke kepada media, Sabtu (24/2/2018).

Jelas Jemy, berdasarkan kronolgis kejadi dari keterangan saksi isteri korban Katarina Bita menuturkan, korban tinggal di kebun yang jaraknya dengan kediaman korban kurang lebih 700 meter.

Setiap sore, kebiasaan korban selalu pulang kerumah untuk makan malam, kemudian baru kembali ke kebun. Namun pada hari Kamis tanggal 22 hingga hari ini sampai malam korban tidak pulang sehingga dirinya mengajak saksi 1 Selestina Rouk dan saksi 2 Sebastiana Mako ke kebun untuk melihat korban.

Sesampainya di kebun isteri korban memanggil korban namun tidak menjawab. Selanjutnya bersama dua warga yang juga saksi bergerak ke lubang batu dimana tempat korban biasa beristirahat.

Sampai disana saksi 1 isteri korban melihat korban tidur dalam posisi menyamping dan dibangunkan oleh isterinya, namun dua saksi lainnya melihat darah keluar dari mulut korban dan korban sudah meninggal Dunia.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak Kapolsek Lasiolat. Selanjutnya petugas Identifikasi Polres Belu langsung menuju TKP mengambil tindakan melakukan olah TKP dan mengefakuasi jasad korban ke RSUD Atambua.

Dituturkan bahwa, lokasi TKP korban ditemukan berada di dalam lubang batu yang ketinggian batunya kurang lebih mencapai 20 meter dan mudah longsor karena batu kapur dan disekitar kaki korban ditemukan pecahan batu kapur.

Sementara itu dari hasil pemeriksaan luar dokter menerangkan bahwa ditemukan luka lebam pada mata kiri dan luka gores pada kiri dan kanan dan darah keluar dari mulut.

“Keluarga korban menerima kematian korban dengan iklas sebagai musibah dan menolak untuk otopsi dengan menandatangani berita acaranya,” pungkas Jemy.