Jaksa Rampungkan Kasus Korupsi Dana Baudaok dan Dua Kasus Korupsi di Malaka

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Proses penyelidikan kasus dugaan korupsi dana desa Baudaok, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu oleh tim penyelidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Belu rampung setelah selesai memeriksa Kepala Desa Robertus Ulu, Rabu (14/2/2018).

“Setelah periksa maka tahapan penyelidikan sudah rampung. Selanjutnya kami akan serahkan hasil penyelidikan tim ke pak Kajari untuk pertimbangkan, prosesnya apakah perlu ditingkatkan ke penyidikan atau perlu penyelidikan lagi,” ujar Kajari Belu yang dikonfirmasi melalui Kasi Pidsus Danny Agusta Salmun.

Dituturkan, selain itu tim penyelidik Kejari Belu akan menyerahkan hasil penyelidikan kasus dugaan korupsi dana proyek pengadaan bibit kacang hijau tahun 2017 pada dinas Pertanian Malaka dan kasus dugaan korupsi dana proyek pembangunan satu unit rumah singga tahun anggaran 2017 pada Dinas Kesehatan Malaka yang telah rampung.

Lanjut dia, penyerahan hasil penyelidikan dua kasus dugaan korupsi pada dua OPD Kabupaten Malaka tersebut setelah jaksa memeriksa Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Malaka, Aloysius Werang pada Selasa sore (13/02/2018).

“Tahapan penyelidikan dua kasus itu sudah selesai, tinggal kami serahkan hasilnya ke pak Kajari untuk dipertimbangkan,” sebut Danny.

Saat ini tim Jaksa masih merapikan berkas penyelidikan dan paling lambat pekan depan akan menyerahkan hasil penyelidikan ke Kajari Belu. “Paling lambat Minggu depan kami serahkan hasilnya ke beliau,” ujar dia.

Untuk diketahui, tim Jaksa telah memeriksa sejumlah saksi dugaan kasus korupsi dana Desa Baudaok tahun anggaran 2015-2017 diantaranya, Sekdes Agustinus Kali, Bandahara dan TPK. Selain itu saksi Frida Fahik Kadis Kesehatan Malaka, Yustinus Nahak Kadis Pertanian Malaka, PPK serta kedua kontraktor proyek itu.