Tetes Air Mata Emi Nomleni Kala Dua Jari Diacungkan

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Pukul sepuluh pagi belum lama lampau. Suasana tegang walau tak mencekam. Detik-detik waktu seakan berpacu cepat. Ratusan pasang mata tak berkedip menatap asa.

Riuh gemuruh suara pendukung membahana pada Rapat Pleno Pengundian Nomor Urut Pasangan Calon Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur NTT Tahun 2018, di Kupang, Selasa (13/2/2018).

Emiliana Julia Nomleni, begitu nama lengkap Calon Wakil Gubernur NTT periode 2018 – 2023, hadir tanpa pasangannya Marianus Sae, Calon Gubernur NTT. Terlihat berbeda dengan rival politiknya yang datang lengkap berpasangan.

Meski begitu, satu-satunya perempuan yang mewakili kaumnya maju dalam kontestasi politik pemilihan gubernur NTT itu terlihat tegar. Senyuman khas Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) itu selalu tersungging indah merekah.

Diketahui Calon Gubernur NTT Marianus Sae terjaring operasi tangkap tangan (OTT) oleh KPK Minggu (11/2/2018) di Surabaya. Marianus ditetapkan sebagai tersangka kasus suap dan saat ini ditahan KPK. Bupati Ngada dua periode itu diduga menerima uang atau suap terkait proyek di wilayah kabupaten tersebut.

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe mengatakan, pengundian nomor urut dan penetapan daftar calon, dilakukan oleh KPU Provinsi berdasarkan Peraturan KPU Nomor 3 Tahun 2017. Berdasarkan Pasal 70 ayat 3, mewajibkan pasangan calon hadir dalam rapat pleno dimaksud.

“Sebelum rapat pleno ini dimulai, kami mendapat pemberitahuan dari partai politik pengusung pasangan calon Marianus Sae dan Emiliana J Nomleni, bahwa calon gubernur atas nama Marianus Sae tidak dapat hadir karena sedang menjalani proses hukum,” kata Tanti sapaan Maryanti Luturmas Adoe saat membuka rapat.

“Tetapi calon wakil gubernur, ibu Emiliana hadir bersama-sama kita di sini, maka tidak perlu pendelegasian kepada petugas untuk mewakili pasangan calon,” kata Tanti melanjutkan.

Baca juga : Nomor 2 Untuk Emi Nomleni Perlambang Tekad Seorang Ibu Raih Kemenangan

Pengambilan nomor urut pasangan calon dilakukan berdasarkan waktu kehadiran sesuai buku register KPU NTT, dimana pasangan Benny K Harman – Benny A Litelnoni pertama, disusul Emiliana J Nomleni, selanjutnya pasangan Esthon L Foenay – Christian Rotok dan terakhir pasangan Viktor B Laiskodat – Joseph Nae Soi.

Perlahan-lahan jemari mereka mulai membuka segel nomor urut yang tersimpan rapi dalam amplop berpita warna oranye. Hasilnya, pasangan Esthon L Foenay – Christian Rotok mendapat nomor urut 1, Marianus Sae – Emilia J Nomleni nomor urut 2, Benny K Harman – Benny A Litelnoni nomor urut 3, dan pasangan Viktor B Laiskodat – Joseph Nae Soi nomor urut 4.

Sorak-sorai dari masing-masing pendukung menyemangati kandidatnya yang berdiri sambil mengangkat nomor urut yang sudah ada dalam genggamannya, sebagai modal untuk melanjutkan perjuangan melalui kampanye atau promosi diri meraih simpati warga demi menggapai kemenangan sebagai pemegang kekuasaan tertinggi di wilayah itu.

Emi Nomleni, politikus cantik berdarah Timor asal TTS yang selalu nampak tegar itu pun mengangkat lembaran kertas bertuliskan angka 2 dengan tangan kanannya. Tangannya terlihat gemetar. Seperti ada upaya hendak menyembunyikan sesuatu dari wajah, di balik kacamatanya.

Emi Nomleni menangis. Linangan air di sudut matanya tak kuasa dibendung tumpah, menetes membasahi pipinya. Seolah ada pergumulan berat dalam hidupnya yang tak terungkapkan lewat kata. Mungkin baginya tetesan air mata itu bermakna, sebagai pelipur hati.

Sesekali dia mengeluarkan sapu tangan untuk menyeka pipinya. Kemudian tangan kanannya memegang nomor urut dua yang dipilihnya saat pleno tadi. Bersamaan tangan kirinya pun diangkat sembari mengacungkan dua jarinya membentuk huruf V perlambang kemenangan (victory).

Emi Nomleni mengaku, tangisan itu adalah tangisan bahagia yang akan terus memotivasi dirinya untuk terus berjuang dalam pemilihan Gubernur NTT yang menghadirkan empat pasangan calon tersebut.

“Saya akan tetap maju sampai garis finis. Ini tekad saya dan saya pasti bisa,” kata Emi Nomleni kepada wartawan usai mengikuti rapat pleno penarikan nomor urut calon.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*