Diterjang Puting Beliung, Tanaman Jagung di Lamaknen Terancam Gagal Panen

Bagikan Artikel ini

Laporan Yansen Bau
Atambua, NTTOnlinenow.com – Angin puting beliung yang terjadi akhir Januari hingga awal Februari lalu merusak ratusan hektar lahan tanaman jagung di wilayah Kecamatan Lamaknen dan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu, Timor Barat wilayah perbatasan Indonesia-Timor Leste.

Camat Lamaknen Selatan, Yustinus Loko Bau yang dihubungi media kemarin menuturkan, bencana angin itu terjadi sejak 29 Januari sampai 1 Februari. Angin menidurkan sejumlah lahan jagung milik warga yang tersebar di delapan Desa.

“Luas lahan yang terkena bencana angin puting beliung sebanyak 595,2 ha dari luas tanam keseluruhan 1778 ha atau sekitar 33.47%,” ujar Yustinus.

Lanjut dia, pihak Pemerintah Kecamatan sedang lakukan pendataan lebih lanjut untuk disampaikan kepada Dinas Pertanian dan Hortikultural Belu agar dapat diganti tanaman jagung dengan komoditi lain seperti kacang hijau. Sehingga dapat meminimalisir rawan pangan.

Terpisah Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Belu, Alfonsius Kehi yang dihubungi sebelumnya menyampaikan, 75% tanaman jagung di wilayah Kecamatan Lamaknen gagal panen akibat angin puting beliung.

“Identifikasi sedang dilakukan di dua dan kita tunggu kajian dari Dinas Ketahanan Pangan untuk dilaporkan ke Bupati. Dinas Ketahanan Pangam punya kriteria sendiri,” ujar dia saat dikonfirmasi Senin kemarin.

Lanjut Kehi, terkait bencana tersebut Bupati Belu telah meninjau ke lokasi lahan tanaman jagung milik warga yang diterjang angin puting beliung di desa Dirun dan Sisi Fatuberal wilayah Lamaknen Jumat pekan lalu.

Tidak saja itu, informasi lain yang dihimpun, di wilayah Raihat tanaman jagung milik warga juga terkena dampak akibat angin puting beliung.

Terkait hal itu, Pemkab Belu telah melakukan rapat koordinasi lintas Dinas teknis serta Bagian Ekonomi guna menangani segera bencana puting beliung yang merusak tanaman jagung, juga rumah milik warga dan fasilitas umum di Kecamatan Laksel yang rusak.