Julie Laiskodat Sosialisasikan Victory Joss di Kabupaten Kupang

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Bunda Nasdem, Julie Sutrisno Laiskodat melakukan roadshow ke sejumlah kabupaten di NTT. Terhitung 11 kabupaten sudah dikunjungi termasuk Kabupaten Kupang. Roadshow Julie ini untuk mensosilisasikan paket Victroy Joss kepada masyrakat NTT. Di kabupaten Kupang, Julie bertemu dengan sejumlah masyarakat dari seluruh kecamatan yang ada di Kabupaten Kupang. selain itu juga ada pengurus partai Nasdem yang hadir pada kesempatan itu.

“Saya sebagai bunda Nasdem dijinkan untuk bertemu dan berbagi pikiran dengan bapak mama basaudara sekalian. Saya sudah berkunjung ke sejumlah kabupaten di Flores dan hari ini saya bertemu dengan bapak mama sekalian. Suami saya pak Viktor dan kakak Yosep lagi berkunjung juga ke sejumlah daerah dan saat ini mereka berada di Alor. Mereka berdua saat ini berkeliling NTT untuk memberi tahukan kepada bapak mama dan bersaudara semua bahwa saat ini kami ingin maju dan ingin membangun NTT kearah yang lebih baik,” kata Julie di hadapan masyarakat, Minggu, (4/2/2018) di Aula Yayasan Alfa Omega, Kabupaten Kupang.

Menurut Julie, Victory Joss merupakan sosok pemimpin yang dinanti nantikan oleh masyarakat NTT. Hal itu, kata Julie merupakan impian dari masyarakat NTT agar tidak tertinggal lagi di berbagai segi kehidupan.

“Kakak Yosep merupakan putra NTT yang sudah dua kali mewakili NTT di Senayan. Di DPR RI kakak Yosep bertugas di Komisi V bidang Perhubungan. Kakak Yoseph itu punya jasa banyak bagi NTT tapi beliau adalah orang yang punya tipe tangan kanan memberi tapi tangan kiri tidak tahu. Banyak bandara di NTT banyak yang diperpanjang Runway-nya serta pembangunan bandara yang baru. Beliau juga punya jasa pembangunan Pelabuhan Hansisi di Pulau Semau,” kata Julie menjelaskan.

Saat ini, kata Julie, Yosep Nae Soi merupakan Staf Khusus Menteri Hukum dan HAM RI. Sampai sekarang belum mengajukan ijin untuk mengundurkan diri karena tidak diperkenankan untuk mundur oleh Yasona Laoly, Menteri Hukum dan HAM.

“Pak Jokowi sudah menandatangi Surat Keputusan untuk kakak Yoseph jadi Duta Besar di Brasil. Sebenarnya pada bulan Januari kemarin sudah dilantik menjadi Duta Besar. Itu jabatan yang sangat bagus dan penghasilan yang lebih bagus pula. Namun kakak Yosep itu menolak semua untuk kembali ke NTT berbuat dan mengabdi untuk masyarakat NTT. Itu pilihan yang paling terbaik dari kakak Yosep Nae Soi,” kata Julie.

Pada kesempatan itu, Julie juga menjelaskan soal sosok Viktor Bungtilu Laiskodat. Sambil bercanda, Julie mengatakan sudah hafal luar dalam tentang Viktor. Dikatakannya, Viktor sudah berada pada fase yang sudah matang dan sudah selesai dengan dirinya sendiri.

“Ketika ada isu di media soal pak Viktor mau maju Pilgub NTT, saya sebagai istri bergumul dengan dia dan anak anak di Jakarta. Saya tanya ke dia, apakah bapak benar mau maju ke Pilgub NTT, karena kita lagi sibuk sibuknya di Jakarta. Saya sendiri juga sibuk promosikan tenun ikat NTT hingga ke luar negeri. Dia jawab saya apa?, dia bilang, Yul, saya dari orang susah. Di Semau dulu atap rumah saya dari daun. Makan nasi saja senin kamis. Sekarang saya sudah naik pesawat pribadi kemana-mana, keluar masuk hotel dan restoran dimana mana. Tapi tiap hari dada dan hati ini terketuk untuk kembali ke NTT karena masih banyak saudara saya di NTT yang hidupnya sama seperti saya dulu. Kita sudah beri kesempatan kepada yang lain untuk memimpin tapi tidak ada pembangunan yang luar biasa. Maka saya harus maju ini kali kata Viktor,” ungkap Julie.

Viktor mau maju di pilkada Gubernur NTT untuk mengabdi bagi masyarakat NTT dan melakukan pembangunan agar NTT maju sejajar dengan provinsi yang sudah maju di Indonesia. Hal lainnya adalah kata Julie, saat ini sudah sangat matang dan memiliki jaringan kerja yang kuat secara nasional dan internasional. Jaringan itu akan dipakai oleh Viktor untuk membangun NTT ke arah yang lebih baik.

Baca juga : Politik Sarung Bung Victor B.Laiskodat

“Dulu dia kalah satu suara pada Pilgub tahun 2003. Saya orang paling pertama mengucap syukur karena saya tidak setuju. Karena apa, dulu Viktor Laiskodat itu belum matang, dan Tuhan punya rencana. Sekarang dia sudah sangat matang. Saat sekarang adalah waktu yang tepat untuk kita peras dia untuk kemajuan NTT,” katanya.

Seorang pemimpin, lanjut Julie, harus punya jaringan yang kuat untuk membangun sebuah provinsi maupun kabupten/kota. Karena bicara soal anggaran, pemerintah tiap tahun selalu saja mengeluh kurang dana. Untuk itu, pemimpin harus punya jaringan supaya jangan hanya mengandalkan uang dari pusat.

“NTT selalu diplesetkan sebagai Nusa Tidak Tentu, Nasib Tidak Tentu tapi nanti kita akan jadi Nusa Tenggara Terindah. Alasannya adalah NTT punya sejumlah potensi yang akan dikembangkan secara optimal. Leluhur nenek moyang kita di NTT telah meninggalkan budaya yang sangat kuat sehingga kita harus kembangkan budaya itu. Karena katanya orang Eropa dan Amerika tidak ada budayanya sama seperti kita. Tuhan juga sudah kasih kita alam NTT yang luar biasa hanya kita belum tahu untuk kembangkan. Makanya jangan pernah bilang Miskin lagi karena semua hal kita sudah punya,” ujarnya.

Dia mengemukakan, untuk mengoptimalkan semua potensi yang ada, Masyarakat NTT membutuhkan sosok pemimpin yang benar-benar mau berkerja untuk rakyat. Viktor dan Yosep Nae Soi sudah selesai dengan diri mereka sendiri. Mau mengabdi ke NTT bukan lagi urusan untuk mencari keuntungan pribadi tapi mau berbuat untuk masyarakat NTT yang masih berada pada garis kemiskinan.

Juie mencontohkan, Ahok sebagai pemimpin yang sangat berpihak pada rakyat kecil. Ahok merupakan pemimpin yang memberikan solusi. Ketika Kalijodo mau di gusur tapi sudah disiapkan rumah susun. Itulah pemimpin yang sesungguhnya. Paket Victory Joss akan melakukan pembangunan di NTT dengan memberikan solusi.

“Pak Viktor sudah banyak berbuat bagi NTT selama ini. Ketika dia masih kere dan belum punya jabatan dia sudah banyak berbuat untuk NTT. Pengobatan gratis dimana – mana.

“Beasiswa dimana- mana. Dia bilang ke saya, Yul, saya sedang sibuk di Jakarta, lu terus berbuat bagi NTT. Itu perintah bagi saya. Ini pemimpin yang bukan hanya datang lima tahun sekali,” ujarnya.