Polisi Tangkap PNS Provinsi NTT Bandar Kupon Putih

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT) membekuk seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang menjadi bandar judi kupon putih di Kota Kupang.

Kasubdit III Jatanras Ditreskrimum Polda NTT, AKBP Joshua Tampubolon mengatakan, selain oknum PNS berinisial YDBM, aparat juga mengamankan dua orang lainnya, masing- masing berinisial JDN dan MB yang juga terlibat judi kupon putih.

“Pelaku YDBM ini adalah seorang PNS di salah satu Dinas Provinsi NTT, sedangkan JDN dan MB pekerjaan mereka sebagai tukang ojek,” kata Joshua kepada wartawan saat menggelar konferensi pers di Kupang, Jumat (3/2/2018).

Joshua menjelaskan, penangkapan itu berawal dari adanya informasi dari masyarakat pada Kamis (1/2/2018) sekitar pukul 16.00 Wita, bahwa pelaku JDN sedang menunggu penumpang di pangkalan ojek di Kuanino, sembari melakukan pemasangan angka kupon putih menggunakan handphone lewat layanan pesan singkat atau short message service (SMS).

“Anggota kami dari Subdit Jatanras Polda NTT langsung mencari dan menemukan JDN yang tertangkap tangan melakukan perjudian kupon putih dengan menggunakan handphone,” jelasnya.

Menurut Joshua, saat itu diamankan dari tangan pelaku, 1 buah handphone berisikan SMS pasangan angka kupon putih dan 1 lembar kertas tafsir mimpi. Setelah itu pelaku diinterogasi dan dari pengakuannya, bahwa dirinya memasang dan menyetorkan angka kupon putih melalui SMS kepada pelaku MB.

“Dari pengakuan tersebut, petugas melakukan pengembangan selanjutnya mengamankan MB yang sedang menerima pemasangan angka kupon putih, beserta barang bukti,” ungkapnya.

Dia menyebutkan, dari tangan MB petugas menyita sejumlah barang bukti, yakni uang tunai sejumlah Rp.976.000, 2 buah kalkulator, 3 buah buku tulis berisikan catatan angka- angka kupon putih, 1 buah nota kosong, 2 buah ballpoint, 2 lembar kertas cakar, 3 lembar slip bukti transfer Bank BRI, serta 2 buah handphone merk Nokia.

“Setelah itu kami memeriksa isi pesan pada handphone dan melakukan diinterogasi. Pelaku MB mengaku pernah menyetorkan uang dan angka pasangan kupon putih kepada pelaku YDBM alias Ian,” sebutnya.

Selanjutnya, petugas melakukan pencarian terhadap YDBM namun tidak menemukan pelaku di rumahnya, bahkan nomor handphone pelaku pun dinonaktifkan. Namun beberapa jam setelah itu, pelaku berhasil diamankan tak jauh dari rumahnya.

“Petugas kemudian berkoordinasi dengan ketua RT setempat dan melakukan penggeledahan di kamar YDBM dan menemukan sejumlah barang bukti yang turut diamankan,” katanya.

Dia menyebut barang bukti tersebut yaitu uang tunai senilai Rp.4.569.000 juta, 2 buah handphone, 1 buah notebook, 1 buah laptop, 2 buah buku tabungan, 2 buah modem, 2 kartu ATM, dan 7 lembar slip pengiriman uang.

“Ketika menggeledah kamarnya, juga ditemukan 2 pucuk senjata api, dan sebilah golok. Kami duga untuk kepemilikan senjata api ini harus memiliki izin, karena sesuai Undang-undang Darurat maka benda-benda ini kami sita dulu untuk sementara, untuk membuktikannya,” tandasnya.