Polisi Amankan Dua Pelaku Penipuan Harta Karun Berupa Emas Palsu

Bagikan Artikel ini

Laporan Mohammad Habibudin
Waingapu, NTTOnlinenow.com – Kepolisian Resort (Polres) Sumba Timur mengamankan dua pelaku penipuan bermodus harta karun yang berupa emas palsu, kedua tersangka tersebut berinisial LX alias Mr.C asal negara Tiongkok dan N alias LY asal Warga Negara Indonesia (WNA).

Kapolres Sumba Timur, AKBP Victor MT Silalahi ketika menggelar press realese Kamis (1/2/2018) kepada wartawan menjelaskan, dua pelaku bermodus penipuan harta karun emas palsu berbentuk uang kepingan Tiongkok kuno dan patung Budha peninggalan neneknya yang ditanam disalah satu bukit di Kecamatan Umalulu yang hendak dijual kepada korban.

“Jadi sebelum mencari harta karun, tersangka menanam sebuah pot bersama emas palsu lalu ditimbun sebagai peninggalan lalu keesokan harinya tersangka bersama korban menggali barang itu dengan membawa alat deteksi logam dengan berpura-pura menggali untuk menemukan harta karun milik neneknya dan tersangka meyakinkan kepada korban bahwa peninggalan itu emas asli dengan menunjukan sepotong emas asli yang sudah disiapkan,”jelasnya.

Menurut Victor, barang bukti emas palsu yang dikelabui tersangka kepada korban berupa 52 buah logam berwarna kuning keemasan yang berbentuk uang Tiongkok kuno dan patung Budha dengan berat 6,7 kg, satu potongan emas asli untuk mengalabui korban berat 5,38 gram beserta kartu identitas tersangka.

Ia menambahkan, tersangkapun menawarkan harta karun itu kepada korban senilai Rp.2,5 Miliyar, namun ditawari kepada korban sebesar Rp.1,5 Miliyar kemudian korban meminta DP sebesar Rp.600 Juta langsung disepakati keduanya, setelah tersangka kembali ke penginapannya korban mencoba mencocokkan emas tersebut ternyata emas palsu saat itupun korban melaporkan ke pihak berwajib.

Lanjut Victor, ketika korban melaporkan hal itu, pihaknya langsung menghubungi anggota KP3 Udara untuk mencegah keluarnya tersangka dari wilayah Sumba Timur untuk melanjutkan ke Bali karna korban saat itu berjanji akan membayar uang muka yang telah disepakati sebesar Rp.600 juta di Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, akhirnya berhasil digagalkan.

“Peristiwa ini bukan baru tapi sudah pernah terjadi yang di lansir di beberapa media seperti di Surabaya dan Bandung namun kami terus mendalami kejadian itu karna kasus itu merupakan sindikat yang sama,”terang Victor