Bawaslu Temukan Warga Negara Timor Leste Terdata Dalam DP4 Pilgub NTT

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menemukan warga Negara Timor Leste tercatat dalam Daftar Penduduk Potensial Pemilih (DP4) pemilihan gubernur (Pilgub) serentak yang akan dilaksanakan pada 27 Juni mendatang.

“Kami temukan nama itu saat pelaksanaan pencocokan dan penelitian (coklit) di Kabupaten Malaka wilayah perbatasan dengan Negara Timor Leste,” kata Komisioner Bawaslu NTT, Jemris Fointuna kepada wartawan di Kupang, Kamis (1/2/2018).

Menurut Jemris, kejadian itu terjadi di Desa Suai, Kecamatan Malaka Tengah Kabupaten Malaka saat pelaksanaan pencocokan dan penelitian. Saat petugas melakukan coklit berdasar DP4 terdapat nama anggota keluarga yang tercatat dalam kartu keluarga.

Ketika petugas melakukan konfirmasi, lanjut Jemris, ternyata yang bersangkutan adalah warga Timor Leste. “Petugas kami langsung mencoretnya dari data DP4 yang ada,” katanya.

Jemris mengaku, tidak tahu menahu cara warga negara Timor Leste bisa tercatat dalam DP4 yang dijadikan data coklit untuk pelaksanaan pemilihan gubernur NTT mendatang itu. “Wah kalau tanya cara masuknya saya tidak tahu prosesnya,” kata Jemris.

Dia mengatakan, kondisi ini harus sungguh-sungguh diantisipasi secara cermat oleh para petugas PPDP yang disebar di setiap wilayah agar jangan ada warga negara asing yang lolos masuk terdata dalam DP4 yang menjadi basis data daftar pemilih sementara (DPS) sebelum akhirnya ditetapkan ke dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Kepada semua petugas pengawas di 22 kabupaten provinsi seribu nusa itu, Jemris mengaku telah memerintahkan untuk melakukan tugas pengawasan secara cermat di tahapan coklit ini agar tidak salah mendata. Hal ini penting dilakukan karena basis data di tahapan coklit ini menentukan sukses tidaknya pelaksanaan pesta demokrasi rakyat lima tahunan itu.

Koordinasi dengan semua pihak baik penyelenggara maupun partai politik dan tim pasangan calon untuk bisa sama-sama melakukan pengawalan terhadap pelaksanaan coklit ini. “Ini tanggung jawab bersama dan harus berjalan sesuai harapan,” katanya.

Ketua KPU NTT, Maryanti Luturmas Adoe terpisah mengatakan, telah meminta kepada seluruh petugas pencocokan dan penelitian di lapangan untuk cermat dalam melakukan coklit. Hal ini untuk kepentingan memperoleh validasi data pemilih demi pelaksanaan pilkada yang berintegritas dan bermartabat.

Dia menegaskan, jika ada ditemukan warga negara asing dalam DP4 sebagai basis data coklit ini maka harus dicoret. “Semua perlakuannya sama jika ditemukan nama tak sesuai atau bahkan warha negara asing maka harua dicoret,” tegas Tanti sapaanya.

Tanti menjelaskan, pelaksanaan coklit didasarkan pada Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pemilihan Gubernur, Wali Kota dan Bupati serta PKPU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Pemutakhiran Data Pemilih untuk kepentingan pembaharuan data pemilih berdasarkan Daftar Pemilih Tetap dari Pemilu atau Pemilihan Terakhir dan mempertimbangkan DP4.

“Cara yang dilakukan adalah dengan verifikasi faktual data Pemilih dan selanjutnya digunakan sebagai bahan penyusunan DPS yang dilaksanakan oleh KPU/KIP Kabupaten/Kota dengan dibantu oleh PPK dan PPS,” jelasnya.

Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) datang dari rumah ke rumah untuk melakukan pencocokan dengan mencatat pemilih yang memenuhi syarat namun belum terdaftar dan sekaligus melakukan pencoretan nama pemilih yang tidak lagi memenuhi syarat serta mencatat pemilih dengan berkebutuhan khusus.

“Dengan ini maka akan lebih memastikan pemilih terakomodasi dalam daftar pemilih nantinya,” paparnya.

Dia menyebut, PPDP dalam kerjanya mendasari pada Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilu sebelumnya yang tercatat berjumlah 3.203.525 pemilih dengan jumlah pemilih laki-laki sebanyak 1.553.126 orang dan pemilih perempuan sebanyak 1.650.399 pemilih.

Selain itu, untuk pelaksanaan coklit juga didasari pada data potensial pemilih (DP4) yang berjumlah 3.772.776 orang dengan pemilih laki-laki berjumlah 1.866.739 orang dan pemilih perempuan sebanyak 1.906.033 orang.