Terlibat Peredaran Narkoba, Dua Karyawan THM di Maumere Diringkus

Bagikan Artikel ini

Laporan Jean Alfredo Neno
Kupang, NTTOnlinenow.com – Jajaran Satuan Ditresnarkoba Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) menangkap dua orang karyawan pada salah satu tempat hiburan malam (THM) di Maumere, Kabupaten Sikka, yakni DN alias L dan D alias N yang terlibat peredaran narkoba, Selasa (23/1/2018).

Hal ini disampaikan Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda NTT, AKBP Albert Neno didampingi Kasubbidpenmas Polda NTT, AKBP Antonia Pah bersama Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTT, AKBP Jack Seubelan kepada wartawan di Kupang, Rabu (24/1/2018).

Kabag Wassidik Ditresnarkoba Polda NTT, AKBP Albert Neno menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat pada 19 Januari 2018, bahwa akan ada rencana pengiriman Narkotika jenis Shabu dari luar daerah kepada DN alias L yang merupakan Target Operasi (TO) dari tim Subdit I Ditresnarkoba Polda NTT.

“Berdasarkan informasi tersebut, tim Subdit I yang dipimpin langsung oleh Kasubdit I Ditresnarkoba Polda NTT, AKBP Jack Seubelan bersama empat anggotanya bergerak untuk mengungkap kasus ini,” jelas Albert.

Dia mengungkapkan, pada Selasa (23/1/2018) sekitar pukul 05.00 Wita anggota bergerak ke sasaran dan mematangkan informasi tersebut, kemudian melakukan penangkapan terhadap DN alias L pada pukul 17.00 Wita di tempat kejadian perkara (TKP) di Kantor Jasa Pengiriman Barang TIKI, Jln. Jenderal Sudirman No. 1 Kelurahan Waioti, Kecamatan Alok Timur, Kota Maumere, Kabupaten Sikka, NTT.

“Kemudian petugas melakukan penggeledahan dan ditemukan pada badan/ tangan yang bersangkutan sebanyak 7 (tujuh) paket yang diduga narkotika jenis shabu, seberat 2,28 gram,” ungkapnya.

Albert mengatakan, setelah diinterogasi tersangka DN alias L mengakui bahwa barang/ paket narkotika jenis shabu tersebut adalah miliknya bersama tersangka inisial D alias N. Kemudian petugas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap D alias N di mes karyawan salah satu THM di Maumere.

Lanjutnya, dari tangan kedua tersangka, barang bukti yang berhasil disita berupa 7 bungkus plastik klip warna bening yang masing-masing berisi serbuk kristal yang diduga narkotika jenis shabu, 1 buah dos berwarna coklat bertuliskan Fila, 2 buah sepatu berwarna hitam, 1 buah kaos berwarna hitam bertuliskan Suparman, 1 buah HP merk Nokia berwarna hitam serta 2 lembar resi pengiriman barang TIKI.

“Tujuh paket yang diduga narkotika jenis shabu itu akan diberikan kepada tersangka D alias N, untuk dijual dengan harga per paket sebesar Rp 1.800.000 di Maumere, Kabupaten Sikka,” katanya.

Mantan Wakapolres Ende ini menambahkan, kedua tersangka masing- masing DL dan D beserta barang bukti tersebut dibawa ke kantor Ditresnarkoba Polda NTT untuk dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

“Pasal yang dipersangkakan penyidik kepada kedua tersangka yakni Pasal 114 ayat (1) jo Pasal 132 Undang-undang RI No. 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara,” pungkasnya.